Efektivitas pelatihan perencanaan anggaran pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur
ADRIANY, Iien, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Dengan diberlakukannya desentralisasi dan otonomi daerah maka terjadi perubahan wewenang kabupaten/kota dalam hal merencanakan sendiri daerahnya, demikian pula dalam bidang kesehatan. Di Nusa Tenggara Timur telah dilakukan pelatihan perencanaan penganggaran namun sejauh ini belum pernah diteliti apakah pelatihan yang dilakukan efektif dalam meningkatkan kapasitas perencanaan penganggaran. Kapasitas perencanaan dalam penelitian ini dilihat dari peningkatan kualitas perencana dan kualitas hasil perencanaan yang diukur dari akuntabilitas, adany a kerangka logis sebagai dasar penyusunan perencanaan, kenaikan prosentase usulan yang disetujui dan kenaikan prosentase realisasi anggaran. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan case study eksplanatory yang menjelaskan efektifitas pelatihan perencanaan penganggaran pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan di 3 Kabupaten dan 1 Kota dengan melihat dokumen perencanaan dan melakukan wawancara dengan perencana yang ada di Kabupaten/Kota. Hasil: dari penelitian yang dilakukan didapatkan data bahwa kenaikan usulan yang disetujui hanya terjadi pada 25% daerah sedangkan pemakaian Logical Frame sebagai dasar pembuatan usulan tidak terjadipada semua daerah penelitian. Dalam hal realisasi anggaran 50% mengalami peningkatan dan 25% daerah mempunyai anggaran publik lebih banyak dari anggaran aparatur. Kesimpulan: Daripenelitian ini disimpulkan bahwa pelatihan perencanaan penganggaran yang dilakukan di Nusa Tenggara Timur belum efektif dalam meningkatkan kualitas produk perencanaan yang ada di kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Timur.
Background: With the implementation of decentralization and regional autonomy, there is an authority change occurred in district/city in planning their own areas, included in health field. Training on budget planning has been implemented in East Nusa Tenggara, and yet, there has been no research being implemented to examine whether the research is effective in improving the capacity of budget planning or not. The planning capacity in this research is observed from the improvement of planner quality and planning result quality that was measured from accountability, logical framework as basic of planning arrangement, and percentage increasing of agreed inputs and percentage increasing of budget realization. Method: This was a qualitative research that used case study design which explained the effectiveness of budget training in district/city health office in the province of East Nusa Tenggara. This research was done in 3 districts and 1 city by referred to the planning document and interviewed the planner in the district/city. Result: This research showed that the agreed inputs only occurred in 25% of the area while logical frame as the basic of input arrangement was not occurred in all research areas. In the budget realization, there was 50% that has improved and 25% of the area had more public budget than aparatur budget. Conclusion: It can be concluded that training on budget planning that has been done in East Nusa Tenggara was not yet effective in implementing the quality of planner and was not effective in improving the quality of product planning that was occurred in the district/city in East Nusa Tenggara.
Kata Kunci : Kebijakan Layanan Kesehatan, Perencanaan Anggaran Dinas Kesehatan, Efektivitas Pelatihan