Pemanfaatan foto udara pankromatik hitam putih skala 1:20.000 untuk menentukan lokasi potensial pengembangan wanatani di bagian hutan Karangsono kabupaten Boyolali
D. Suryawan Adi Nugroho, Dr. Dulbahri; Drs. Zuharnen, M.S.
2001 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini berjudul Pemanfataatan Foto Udara Untuk Penentuan Lokasi Potensial Pengembangan Wanatani Di bagian Hutan Karangsono Kabupaten Boyolali. Daerah penelitian meliputi Bagian Hutan Karangsono di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Daerah penelitian ini termasuk dalam wilayah kerja KP? Telawa Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi yang potensial untuk pengembangan wanatani. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penginderaan jauh dilengkapi dengan kerja lapangan. Dalam penelitian ini data penginderaan jauh yang digunakan adalah foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 20.000 tahun pemotretan 1993. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data arahan fungsi pemanfaatan lahan, data tingkat akerapatan tajuak, data tingkat bahaya erosi, data jarak dari permukiman penduduk, data kondisi sosial ekonomi dalam hal ini adalah data desa IDT dan bukan IDT. Analisis data dalam penelitian menggunakan metode matching antara data-data tersebut yang telah diklasifikasi terlebih dahulu dengan kriteria penentuan lokasi wanatani yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa sebagian besar lahan di daerah penelitian merupakan lahan yang termasuk dalam kategori lahan yang tidak diprioritaskan untuk wanatani, yaitu menempati luas 1893,4 Ha atau 45,67% dari seluruh luas wilayah daerah penelitian. Lahan-lahan tersebut meliputi sebagian desa Ngaren, Kedungmulyo dan Wanaharjo. Sedangkan lahan dengan prioritas I menempati luas 80,5 Ha atau 1,9% dari selurruh luas daerah penelitian. Lahan-lahan ini melipiuti sebagian desa Ngaren dan Wanaharjo. Lahan dengan prioritas II menempati lahan seluas 292,6 Ha atau 7,03% dari seluruh luas daerah penelitian. Lahan-lahan ini meliputi sebagian desa Ngaren, Wanaharjo dan Ngleses. Lahan dengan prioritas III menempati lahan seluas 175 Ha atau 4,2% dari seluruh luas wilayah daerah penelitian. Lahan-lahan ini tersebar pada aseabagian desa aNgaren dan Wanaharjo. Lahan dengan prioritas IV menempati lahan seluas 1712,5 Ha atau 41,2% dari seluruh luas wilayah daerah penelitian. Lahan dengan prioritas IV ini tersebar hampir di seluruh desa di wilayah penelitian. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa foto udara khususnya foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 20.000 dapat digunakan sebagai salah satu sumber data khususnya data biofisik lahan untuk penentuan lokasi wanatani dengan hasil baik.
-
Kata Kunci : Pengembangan wanatani,Boyolali,Jawa Tengah,Penginderaan Jauh