Laporkan Masalah

Pola spasial perkembangan sosial ekonomi wilayah di kab. Sragen tahun 1990-2000

Dodi Widiyanto, Drs. R. Rijanta, M.Sc.; Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.

2003 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Perbedaan potensi fisik, sosial dan ekonomi menyebabkan terjadinya perbedaan tingkat perkembangan di suatu wilayah, termasuk di Kabupaten Sragen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) dinamika perkembangan (sosial ekonomi) wilayah yang terjadi di Kabupaten Sragen., (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat perkembangan (sosial ekonomi) wilayah di Kabupaten Sragen, (3) pola distribusi (persebaran) dan arah (kecenderungan) perkembangan (sosial ekonomi) wilayah di Kabupaten Sragen. dan (4) menyusun arahan kebijakan yang dapat dilakukan dalam pengembangan wilayah di Kabupaten Sragen. Penelitian menggunakan analisis faktor, kluster, peta, tetangga terdekat untuk mengetahui pola spasial, regresi dan korelasi untuk uji statistik dan berbasis pada data sekunder serta ditunjang wawancara di lapangan. Daerah penelitian meliputi 207 desa di Kabupaten Sragen. Analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial ekonomi desa-desa. Hasil penelitian melalui analisis faktor terhadap sepuluh variabel sosial ekonomi diperoleh empat faktor, yaitu faktor karakteristik sosial ekonomi, ketersediaan lahan dan transformasi ekonomi, kualitas perumahan, dan kelembagaan.. Selama tahun 1990-2000 dinamika perkembangan sosial ekonomi cenderung lambat. Hal tersebut ditunjukkan oleh jumlah desa dengan tingkat perkembangan sosial ekonomi tinggi pada tahun 1990 sejumlah 7 desa, tingkat perkembangan sosial ekonomi sedang sejumlah 79 desa dan tingkat perkembangan rendah sejumlah 121 desa. Tahun 2000, desa-desa dengan tingkat perkembangan sosial ekonomi tinggi sejumlah 9 desa, tingkat perkembangan sosial ekonomi sedang sejumlah 102 desa, dan tingkat perkembangan rendah sejumlah 96 desa. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kenaikan tingkat perkembangan sosial ekonomi untuk desa-desa di Kabupaten Sragen sejumlah 105 desa dan yang mengalami penurunan sejumlah 102. Analisis peta menunjukkan bahwa sebagian besar desa-desa yang mengalami kenaikan tingkat perkembangan sosial ekonomi berada di kanan kiri jalur transportasi (sepanjang koridor Jawa Tengah-Jawa Timur). Hasil analisis regresi menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat perkembangan sosial ekonomi adalah rasio luas bengkok dan perangkat desa, perubahan mata pencaharian, persentase fasilitas sosial ekonomi, dan tingkat kualitas perumahan. Faktor fisik yang ditunjukkan oleh kelas lereng dan jenis tanah menunjukkan adanya gradasi tingkat perkembangan sosial ekonomi, desa-desa dengan kelas lereng I dan II serta jenis tanah subur memiliki tingkat perkembangan yang lebih tinggi daripada desa-desa dengan karakteristik fisik lereng yang curam dan kondisi tanah relatif tidak subur. Pola spasial perkembangan sosial ekonomi di Kabupaten Sragen selama tahun 1990-2000 menunjukkan kecenderungan (trend) tidak terjadi perubahan. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil perhitungan analisis tetangga terdekat ditunjang analisis peta. Distribusi keruangan desa-desa dengan tingkat perkembangan sosial ekonomi tinggi tahun 1990 dan 2000 membentuk pola tersebar tidak merata, distribusi keruangan desa-desa dengan tingkat perkembangan sosial ekonomi sedang tahun 1990 dan 2000 menunjukkan adanya pola keruangan tersebar merata dan distribusi keruangan desa-desa dengan tingkat perkembangan sosial ekonomi rendah tahun 1990 dan 2000 membentuk pola keruangan tersebar merata Arahan pengembangan yang dilakukan guna mengurangi indikasi kesenjangan, memeratakan perkembangan dan kemajuan desa, serta merubah pola yang yang terbentuk melalui mempertahankan daerah-daerah pertanian dengan mengantisipasi berkurangnya lahan pertanian akibat kebutuhan lahan untuk kegiatan pertanian diperlukan usaha-usaha intensifikasi pertanian yang diperlukan untuk mempertahankan produksi pertanian, peningkatan kinerja aparatur pemerintahan desa atau perhatian terhadap faktor kelembagaan, peningkatan dan perbaikan sarana prasarana, pemberdayaan masyarakat sehingga tidak bergantung terhadap sektor agraris, dan peningkatan kualitas perumahan.

-

Kata Kunci : Pola spasial,ekonomi wilayah,Sragen,Jawa Tengah

  1. S1-2003-130590-Abstract.pdf  
  2. S1-2003-130590-Bibliography.pdf  
  3. S1-2003-130590-TableofContent.pdf  
  4. S1-2003-130590-Title.pdf