Pemetaan Partisipatif Banjir di Kota Pekalongan Tahun 2024
Ginayas Farida, Dr. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.; Prof. Dr. rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan
Pertumbuhan ekonomi Kota Pekalongan pada tahun 2023 sebesar 5,44%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional (5,04%) dan Provinsi Jawa Tengah (4,98%) pada tahun yang sama. Penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di Kota Pekalongan salah satunya adalah sektor industri sebesar 21,15%. Di sisi lain, Kota Pekalongan memiliki indeks bencana banjir kategori tinggi yang dapat berdampak pada perekonomian termasuk sektor industri.
Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran banjir di Kota Pekalongan yang terjadi pada tahun 2024 dan menganalisis strategi untuk meminimalisir kerugian yang dialami industri besar akibat banjir. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peta administrasi, peta penggunaan lahan, data kejadian banjir, data industri besar, dan data penduduk. Pengumpulan data primer melalui survei lapangan dan deep interview. Metode Partisipative-GIS dilakukan bersama informan kunci untuk memetakan banjir secara detil.
Hasil penelitian ini berupa peta banjir, daftar industri terdampak banjir, dan rekomendasi strategi untuk meminimalisir kerugian yang dialami industri besar di Kota Pekalongan akibat banjir.
The economic growth of Pekalongan City in 2023 was 5.44%. This figure is higher than the national economic growth (5.04%) and that of Central Java Province (4.98%) in the same year. One of the largest contributors to the Gross Regional Domestic Product (GRDP) in Pekalongan City is the industrial sector, accounting for 21.15%. On the other hand, Pekalongan City has a high flood disaster index, which can impact the economy, including the industrial sector.
This study aims to analyze the distribution of floods in Pekalongan City that occurred in 2024 and to assess strategies for minimizing the losses experienced by large industries due to flooding. The data used in this research includes administrative maps, land use maps, flood event data, large industry data, and population data. Primary data was collected through field surveys and in-depth interviews. The Participatory-GIS method was conducted together with key informants to map the flood areas in detail.
The results of this study include a flood map, a list of flood-affected industries, and recommended strategies to minimize the losses experienced by large industries in Pekalongan City due to flooding.
Kata Kunci : partisipatif, banjir, ekonomi, industri, Pekalongan