Usaha industri gula kelapa di kec. Petanahan, kabupaten Kebumen
D.B. Indrogiharto, Dra. Sunarpi Rilanto, M.S.; Dra. Kistini, M.S.
1999 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini menyoroti usaha industri gula kelapa di Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sebagai suatu sektor industri yang dominan dalam hal kegiatan ekonomi penduduk dan penyerapan tenaga kerja, sektor industri gula kelapa dapat meningkatkan pendapatan penduduk yang terlibat di dalamnya sebagai industri perdesaan. Tujuan penelitian ini, pertama adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong penduduk dalam usaha industri gula kelapa. Kedua, untuk mengetahui sistem pemasaran dan daerah pemasaran gula kelapa. Ketiga, untuk mengetahui hu-bungan antara luas penguasaan lahan pertanian sawah dengan pendapatan industri gula kelapa. Keempat, untuk mengetahui sumbangan pendapatan industri gula kelapa terhadap pendapatan total rumah tangga pengusaha dibandingkan dengan pendapatan lainnya. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei yaitu pengamatan dan penyelidikan untuk mendapatkan data keterangan yang baik terhadap suatu persoalan tertentu, di suatu daerah. Desa sampel ditentukan berdasarkan rata-rata pemilikan pohon kelapa yang disadap dari yang terbanyak, sedang, dan sedikit. Jumlah responden ditentukan secara quotum sebanyak 60 responden. Banyaknya responden masing-masing desa ditentukan secara proporsional random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data primer diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder diperoleh dari Kantor Desa, Kantor Kecamatan, Kantor Statistik, Kantor Subdinas Pengairan DPU, Kantor Dinas Perkebunan, dan Kantor BPN di wilayah Kabupaten kebumen. Hasil penelitian; pertama menunjukkan bahwa di antara faktor-faktor industri, tersedianya tenaga kerja (45%) merupakan alasan yang paling dominan bagi pengusaha bekerja sebagai pengusaha industri gula kelapa. Di samping itu faktor non industri yang paling dominan adalah cepat mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari (46,67%). Kedua, sistem dan daerah pemasaran produksi industri gula kelapa yaitu dijual langsung ke konsumen dan pedagang pengumpul. Daerah pemasaran produksi industri gula kelapa bersifat lokal yaitu di sekitar tempat tinggal pengusaha. Ketiga, terdapat hubungan yang negatif (-0,8451) antara luas penguasaan lahan pertanian sawah dengan pendapatan industri gula kelapa. Semakin luas penguasaan lahan pertanian sawah, semakin kecil pendapatan dari industri gula kelapa. Keempat, usaha industri gula kelapa memberikan sumbangan pendapatan yang lebih besar (43,74%) dibandingkan dengan pendapatan sektor pertanian (35,18%) maupun sektor non pertanian bukan industri gula kelapa (21,08%) terhadap pendapatan total.
-
Kata Kunci : Industri Gula Kelapa,Petanahan,Kebumen,Jawa Tengah