Laporkan Masalah

Pola sebaran dan tipe mataair pada bentuklahan karst di daerah Wonogiri bagian selatan

Dian Kartika Rini, Drs. Eko Haryono, M.Si.

2004 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Proses yang dominan dalam pembentukan bentuklahan karst adalah pelarutan yang faktor utamanya disebabkan oleh konsentrasi CO2 dalam air dan batuan yang mudah larut, dalam hal ini batugamping. Pada bentuklahan karst keberadaan air permukaan sangat terbatas. Aliran air permukaan jarang atau tidak dijumpai, yang ada berupa aliran bawah permukaan yang berkembang menjadi sungai bawah tanah. Aliran bawah permukaan ini terbatas pada zona retakan dan saluran pelarutan, sehingga air bawah tanah tidak terdapat secara merata. Aliran bawah permukaan selain membentuk sungai bawah tanah bisa muncul juga sebagai rembesan ataupun mataair karst. Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu:1) mengetahui pola sebaran mataair yang ada di daerah penelitian; 2)mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola sebaran mataair; dan 3) mengetahui tipe-tipe mataair yang terbentuk di daerah penelitian. Data yang diperlukan diperoleh dengan cara pengukuran, pengamatan, dan pencatatan secara sistematis, meliputi nama mataair, morfologi, struktur geologi, litologi, arah pemunculan mataair, dan debit mataair. Penelitian dilakukan di sebagian wilayah Kabupaten Wonogiri. Adapun lokasi pengukuran dan pengamatan ditentukan secara purposive, yaitu dengan menentukan lokasi yang dianggap dapat mewakili. Pola sebaran mataair diketahui dengan menggunakan model analisis yang bersifat kuantitatif, yaitu analisis tetangga-terdekat (nearest-neighbour analysis). Faktor pengontrol sebaran mataair dijelaskan melalui analisis deskriptif. Untuk mengetahui tipe mataair, dilakukan pengklasifikasian berdasarkan kontrol hidrologi, debit, dan sifat pengalirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan nilai jumlah jarak (j) sebesar 40.41 km, luas daerah penelitian (A) 489.48 km² dan jumlah titik mataair yang muncul berdasarkan pengamatan di lapangan sebanyak 53 buah didapatkan nilai jarak rata-rata yang diukur antara satu titik dengan titik tetangga yang terdekat (ju) sebesar 0.76; dan jarak rata-rata yang diperoleh andaikata semua titik mempunyai pola random (jh) sebesar 1,52. Hasil perhitungan menunjukkan besarnya nilai t sebesar 0.5 yang mendekati nilai continuum 0 atau sama dengan 0, dengan demikian dapat dikatakan bahwa pola sebaran mataair di bentuklahan karst Wonogiri adalah mengelompok. Faktor pengontrol sebaran mataair tersebut adalah faktor morfologi serta litologi dan struktur geologi. Faktor morfologi dalam hal ini adalah perbedaan topografi antara lokasi pemunculan mataair terhadap regional daerah sekitarnya, sedangkan struktur geologi dalam hal ini adalah sesar, kekar, dan lipatan. Berdasarkan klasifikasi menurut sifat pengaliran, debit, dan kontrol hidrologinya dapat diketahui bahwa mataair yang dijumpai di bentuklahan karst sebagian besar merupakan mataair yang bersifat perenial, dengan debit aliran antara 1-10 1/detik, dan merupakan mataair kontak.

-

Kata Kunci : Tipe mataair,Sebaran Mataair,Bentuklahan karst,Wonigiri,Jawa Tengah

  1. S1-2004-129788-Abstract.pdf  
  2. S1-2004-129788-Bibliography.pdf  
  3. S1-2004-129788-TableofContent.pdf  
  4. S1-2004-129788-Title.pdf