Laporkan Masalah

ANALISIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT JIH KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

EKA DIAN PERTIWI, dr. Agus Surono, M.Sc., Ph.D., Sp.THT-KL(K) . Dr. Fitrina M Kusumaningrum, SKM., MPH

2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

RS JIH Yogyakarta sebagai rumah sakit swasta berstandar internasional menghadapi risiko kebakaran akibat penggunaan bahan mudah terbakar, instalasi listrik, dan insiden seperti kebakaran di instalasi gizi serta pemadaman listrik berulang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem proteksi kebakaran di RS JIH guna menilai kesesuaian dengan standar keselamatan yang berlaku dan meningkatkan manajemen risiko kebakaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus untuk menganalisis sistem proteksi kebakaran di Rumah Sakit JIH, Sleman, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen berdasarkan Permenkes No. 48 Tahun 2016. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan member checking, sehingga hasil penelitian dapat memberikan gambaran komprehensif tentang implementasi sistem proteksi kebakaran di rumah sakit tersebut. Rumah Sakit JIH Yogyakarta, sebagai rumah sakit tipe B dengan kapasitas 260 tempat tidur, telah menerapkan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif sesuai standar Permenkes No. 48 Tahun 2016. Sistem proteksi aktif meliputi alat pemadam api ringan (APAR), detektor asap, sistem sprinkler otomatis, dan alarm kebakaran yang terintegrasi, sementara proteksi pasif mencakup jalur evakuasi, pintu darurat, dan tangga darurat yang dirancang untuk memastikan keselamatan penghuni. Meskipun sebagian besar fasilitas telah memenuhi standar, beberapa area seperti Binatu dan Kitchen masih memerlukan perbaikan, seperti penambahan sprinkler dan detektor asap. Pelatihan rutin dan simulasi kebakaran juga dilakukan untuk meningkatkan kesiapan staf dalam menghadapi situasi darurat. Secara keseluruhan, RS JIH menunjukkan komitmen kuat dalam meminimalkan risiko kebakaran dan memastikan keselamatan pasien, staf, dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit telah menerapkan standar keselamatan yang baik, dengan pemeliharaan rutin, pelatihan kebakaran, serta fasilitas penyelamatan jiwa yang mendukung respons cepat terhadap keadaan darurat.


RS JIH Yogyakarta as a private international standard hospital faces fire risks due to the use of flammable materials, electrical installations, and incidents such as fire in the nutrition installation and repeated power outages. Therefore, this study aims to analyze the fire protection system at RS JIH to assess its compliance with applicable safety standards and improve fire risk management. This study employs a qualitative case study method to analyze the fire protection system at RS JIH, Sleman, using data collection techniques such as interviews, observations, and document analysis based on Ministry of Health Regulation No. 48 of 2016. Data validity is ensured through source triangulation and member checking, providing a comprehensive overview of the hospital’s fire protection system implementation. As a Type B hospital with a capacity of 260 beds, RS JIH Yogyakarta has implemented both active and passive fire protection systems in accordance with Ministry of Health Regulation No. 48 of 2016. The active protection system includes fire extinguishers (APAR), smoke detectors, automatic sprinkler systems, and integrated fire alarms, while the passive protection system consists of evacuation routes, emergency exits, and fire-resistant staircases designed to ensure occupant safety. Although most facilities meet the required standards, some areas, such as the Laundry and Kitchen, require improvements, including the addition of sprinklers and smoke detectors. Regular training and fire drills are also conducted to enhance staff preparedness for emergency situations. Overall, RS JIH demonstrates a strong commitment to minimizing fire risks and ensuring the safety of patients, staff, and visitors. The study findings indicate that the hospital has implemented proper safety standards, including routine maintenance, fire training, and life-saving facilities that support a quick emergency response

Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sistem Proteksi, Kebakaran, Rumah Sakit

  1. S2-2025-466088-abstract.pdf  
  2. S2-2025-466088-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-466088-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-466088-title.pdf