Kajian aktivitas kepariwisataan di taman wisata candi Borobudur dalam distriusi pendapatan masyarakat dan perkembangan pada zone pengembangannya di kabupaten Magelang
Bachtiar Hari Sutantya, Drs. Sujali, M.S.; Drs. R. Rijanta, M.Sc.
1995 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPengembangan pariwisata mempunyai dampak yang cukup luas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dampak pengembangan Taman Wisata Candi Borobudur terhadap distribusi pendapatan masyarakat dan perkembangan wilayah pada Zone Pengembangannya. Pembahasan mengenai distribusi pendapatan masyarakat dimaksudkan untuk mengetahui ketimpangan distribusi pendapatan antar Zone pengembangan, antar golongan pendapatan, dan antara penduduk asli dengan penduduk pendatang. Mengenai perkembangan wilayah yang dibahas adalah tentang keterkaitan wilayah atau peranan wilayah yang diselidiki (Zone Pengembangan Lingkungan Taman Wisata Candi Borobudur) terhadap wilayah lain yang lebih luas, serta untuk mengetahui peranannya terhadap distribusi pendapatan masyarakat. Metode yang dipakai di dalam penelitian ini adalah metode survai, adapun pengambilan sampel berjumlah 100 responden, dilakukan dengan metode stratified random sampling. Pada masing masing Zone diambil 50 responden, dan untuk setiap Zone pengambilan sampel dilakukan dengan cara acak proporsional. Keuntungan dari metode ini adalah sampel yang terambil dapat tersebar di seluruh wilayah penelitian. Untuk mengetahui ada-tidaknya korelasi antara pendapatan dengan jarak lokasi usaha ke pusat pariwisata dan penguasaan lahan dengan pendapatan, digunakan analisis korelasi. Uji beda-t digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata pendapatan antar golongan masyarakat, dan antar Zone Pengembangan Lingkungan, serta perbedaan omzet penjualan produk pariwisata. Indeks Gini dan kriteria Bank Dunia digunakan untuk menganalisis ketimpangan distribusi pendapatan masyarakat. Untuk mengetahui perbedaan kedudukan aktivitas pariwisata dalam ekonomi rumah-tangga digunakan analisis Chi Square. Analisis tabulasi dan tabel silang digunakan untuk mengetahui keterkaitan antar sektor ekonomi di dalam aktivitas pariwisata dan keterkaitan wilayah ke belakang secara keruangan. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pendapatan dari aktivitas pariwisata ternyata dapat digunakan sebagai sarana pemerataan pendapatan. Pendapatan rata-rata penduduk Zone 3 lebih besar daripada pendapatan rata-rata penduduk Zone 4. Nilai pemerataan pendapatan di Zone 3 sedikit lebih timpang daripada nilai pemerataan pendapatan di Zone 4. Pendapatan Penduduk pendatang lebih besar daripada pendapatan penduduk asli. Tidak ada perbedaan rata-rata omzet penjualan produk pariwisata yang signifikan antara Zone 3 dengan Zone 4. Lahan sebagai akibat dari seringnya kejadian perubahan penggunaan lahan tidak lagi dapat digunakan sebagai prediktor untuk melihat pendapatan di daerah penelitian ini, serta ada korelasi negatif antara jarak lokasi usaha ke pusat pariwisata dengan pendapatan total. Untuk kedua Zone pengembangan tersebut ternyata kedudukan aktivitas pariwisata sebagai aktivitas utama tidak ada perbedaan proporsi yang signifikan. Mengenai keterkaitan, Zone pengembangan Lingkungan Taman Wisata Candi Borobudur mempunyai keterkaitan yang kuat dengan Daerah Tujuan Wisata yang lain yang lebih besar herarkinya. Keterkaitan ke muka lebih didominasi oleh wisatawan Nusantara, sehingga potensial untuk mengembangkan pemerataan pendapatan. Sebagai Daerah Tujuan Wisata Taman Wisata Candi Borobudur mempunyai aktivitas yang dominan berupa perdagangan.
-
Kata Kunci : Distribusi pendapatan,Industri pariwisata,Aktivitas Pariwisata,Wisata Candi Borobudur,Perkembangan wilayah,Borobudur,Magelang,Jawa Tengah