Dekontaminasi Tanah Terkontaminasi Radioisotop Cesium-137 dengan Metode Soil washing menggunakan Asam Sulfat dan Octoxynol (Triton X-100)
Gabylla Ivanka, Dr. Ir. Widya Rosita, S.T., M.T., IPU.; Ir. Raden Sumarbagiono, M.T.
2025 | Skripsi | TEKNIK NUKLIR
Kasus tanah terkontaminasi 137Cs di kawasan Perumahan Batan Indah, Serpong berujung dengan dihasilkan banyaknya limbah radioaktif padat yang kemudian memenuhi kapasitas interim storage di IPLR BRIN. Pengolahan limbah radioaktif padat tersebut menjadi penting untuk dilakukan agar dapat meminimalkan jumlah limbah yang disimpan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh fraksi ukuran partikel tanah, waktu kontak, dan konsentrasi TX-100 pada proses dekontaminasi 137Cs dari tanah menggunakan metode soil washing.
Variabel yang divariasikan pada penelitian ini adalah fraksi ukuran partikel tanah kurang dari 75 ?m dan 75 ?m hingga 75 ?m, waktu kontak 6 jam dan 24 jam, washing agent H2SO4 0,5 M, H2SO4 0,5 M dan TX-100 5 g/L, dan H2SO4 0,5 M dan TX-100 30 g/L. Sampel tanah dicacah lalu proses soil washing diawali dengan pencampuran tanah dengan washing agent yang dilanjutkan dengan proses pengadukan sampel, kemudian dilakukan sentrifugasi sehingga supernatan terpisahkan dari tanah, sedangkan pada endapan dilakukan pencucian kembali menggunakan akuades. Setelah itu sampel disentrifugasi dan endapan dikeringkan kemudian dicacah dengan spektrometer gamma detektor HPGe buatan Canberra, Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi TX-100 dan interaksi
antara variabel waktu kontak dan fraksi ukuran partikel tanah mempengaruhi efisiensi washing 137Cs secara signifikan, sedangkan fraksi ukuran partikel tanah dan waktu kontak secara individual tidak mempengaruhi secara signifikan. Nilai efisiensi washing 137Cs 36,14?n faktor dekontaminasi 1,57 didapatkan pada variasi fraksi 75 ?m hingga 750 ?m, waktu kontak 24 jam, dan washing agent H2SO4 0,5 M dan TX-100 30 g/L.
The case of 137Cs-contaminated soil in the Batan Indah residential area, Serpong, resulted in the production of a large volume of solid radioactive waste,which eventually filled the interim storage capacity at IPLR BRIN. Therefore, the treatment of solid radioactive waste has become essential to minimize the amount of waste stored. The aim of this experiment is to investigate the effect of soil particle size fraction, contact time, and TX-100 concentration on the decontamination of 137Cs from soil using the soil washing method.
The variables included on the experiment are soil particle size fractions (less than 75 ?m and 75 ?m to 750 ?m), contact times (6 hours and 24 hours), and washing agent (0,5 M H2SO4; 0,5 M H2SO4 and Triton X-100 5 g/L; and 0,5 M H2SO4 and Triton X-100 30 g/L). The washing process began with mixing the counted soil with the washing agent. The mixture was then centrifuged to separate the supernatant from the soil. The soil residue was subsequently rinsed with distilled water, centrifuged again, dried, and counted to determine residual activity using HPGe detector from Canberra.
The experiment showed that the TX-100 concentration and the interaction between contact time and soil particle size fraction significantly affected the 137Cs washing efficiency, while soil particle size fraction and contact time individually did not have a significant effect. The optimum 137Cs washing efficiency 36,14% and decontamination factor 1,57 were achieved with the 75 ?m–750 ?m fraction, a contact time of 24 hours, and a washing agent consisting of 0.5 M H2SO4 with 30 g/L TX-100.
Kata Kunci : 137Cs, dekontaminasi, H2SO4, soil washing, Triton X-100, ukuran partikel tanah