Perencanaan konservasi tanah dengan pendekatan tingkat bahaya erosi dan kemampuan lahan di DAS TTinalah kabupaten Kulon Progo
Budi Hartono, Drs. Widiyanto, M.S.; Drs. Sunarto, M.S.
1994 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini berjudul Perencanaan Konservasi Tanah Dengan Pendekatan Tingkat Bahaya Erosi dan Kemampuan Lahan di DAS Tinalah Kabupaten Kulon Progo. Tujuan penelitian adalah: 1) untuk mengetahui tingkat bahaya erosi dan persebarannya, 2) untuk mengetahui kelas kemampuan lahan dan persebarannya, dan 3) perencanaan konservasi tanah de-ngan mengevaluasi tingkat bahaya erosi dan kelas kemampuan lahan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi, dengan teknik pengambilan sampel stratified purposive sampling. Sebagai stratanya adalah satuan lahan, dan pertimbangannya berdasarkan areal terluas pada satuan lahan yang sama. Selain itu juga berdasarkan pertimbangan kemudahan dalam pengambilan dan pengamtan sampel di lapangan. Satuan pemetaan dalam penelitian ini adalah satuan lahan. Satuan lahan diperoleh dari hasil tumpang susun antara peta geomorfologi, peta kemiringan lereng, dan peta penggunaan lahan. Bentuklahan di daerah penelitian meliputi lima satuan bentuklahan, yang berasal dari tiga bentuklahan asal, yaitu denudasional, solusional, dan fluvial. Hasil tumpang susun ketiga peta tersebut di atas menghasilkan empat puluh tujuh satuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan, dari empat puluh tujuh satuan lahan tersebut, erosi sangat berat mencakup luas 1.491,86 ha atau 27,48%, erosi tingkat berat seluas 1.870,08 ha atau 34,40%, erosi tingkat sedang 1.153,19 ha atau 21,19%, dan erosi ringan seluas 920,47 ha atau 16,93%. Kelas kemampuan lahan di daerah penelitian meliputi kelas II mencakup luas 50,33 ha atau 0,92%, kelas III luasnya 618,9 ha atau 11,38%, Untuk kelas IV seluas 1.028,81 ha atau 18,91%. Kelas V seluas 382,81 ha atau 7,04%. Kelas VI seluas 2.092,13 ha atau 38,49%, dan kelas VII seluas 1.262,23 ha atau 23,22%. Perencanaan konservasi tanah diprioritaskan pada satuan lahan yang mempunyai tingkat bahaya erosi sangat berat dan berat. Kemudian dilanjutkan pada satuan lahan yang mempunyai tingkat bahaya erosi sedang, dan terakhir pada satuan lahan dengan tingkat bahaya erosi ringan. Alternatif tindakan konservasi tanah, ditentukan berdasar kesesuaiannya dengan kelas kemampuan lahan dan pertim-bangan alternatif pengelolaan (CP). Kelas kemampuan lahan memberikan alternatif penggunaan lahan dan pengelolaan lahan. Alternatif CP diperoleh dari perhitungan erosi vang diperbolehkan (T) dan disesuaikan dengan pengelolaan pada saat ini. Dalam penelitian ini perencanaan konservasi tanah hanya didasarkan atas analisis kondisi fisik sata. sehingga belum mengkaitkan dengan kondisi sosial ekonominya.
-
Kata Kunci : Konservasi tanah,Bahaya erosi,kemampuan lahan,Kulonrpgo,DIY