Laporkan Masalah

Evaluasi tingkat bahaya erosi tanah dan kemampuan lahan untuk arahan konservasi tanah di DAS Saradan kabupaten Wonogiri

Bambang Supriyadi, Dr. Sutikno; Drs. Suratman, M.Sc.

1992 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Konservasi tanah mempunyai peranan yang penting dalam usaha pengelolaan Daerah Aliran Sungai dalam kaitannya dengan pelestarian sumberdaya alam. Agar dalam pelaksanaan konservasi tanah dapat efisien dan efektif diperlukan perencanaan yang matang melalui evaluasi lahan. Penelitian ini mempunyai tiga tujuan, yaitu pertama mengetahui tingkat bahaya erosi tanah dan persebarannya di daerah penelitian; kedua, mennentukan kelas kemampun lahan dan persebarannya serta menentukan faktor-faktor pembatas pada subkelas kemampuan lahan; ketiga, mengevaluasi tingkat bahaya erosi dan kemampuan lahan untuk konservasi tanah. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan satuan lahan. Satuan lahan diturunkan dari satuan bentuk lahan ditambah informasi tentang kemiringan lereng dan penggunaan lahan. Peta satuan lahan dihasilkan dengan cara tumpang tindih antara peta bentuklahan, peta kemiringan lereng dan peta penggunaan lahan. Penilaian tingkat bahaya erosi tanah secara relatif dibuat berdasarkan pada faktor-faktor erosivitas hujan, timbulan, erodibilitas tanah, kenampakan erosi, tingkat penutupan vegetasi dan pengaturan lahan. kerapatan Masing-masing parameter dinilai sesuai dengan kondisi lahannya dengan skala penilaian dari 1 hingga 5. Metode yang digunakan dalam klasifikasi kemampuan lahan adalah dengan cara "matching" antara karakteristik lahan yang ada di daerah penelitian dengan kriteria kemampuan lahan menurut sistem USDA yang dimodifikasi. Klasifikasi yang dilakukan sampai pada tingkat sub-kelas. Sebagai satuan pemetaan adalah satuan lahan dan peta yang dihasilkan berskala 1: 25.000. Kerja lapangan dilakukan di daerah sampel yang ditentukan berdasarkan metode pengambilan sampel berstrata dengan pertimbangan (Stratified purposive sampling), strata yang digunakan adalah satuan lahan dan pertimbangannya adalah jenis tanah. Hasil penelitian menunjukkan tingkat bahaya erosi yang terjadi di daerah penelitian sebagian besar berada pada tingkat rendah (kelas 2) hingga tinggi (kelas 4). Pada tingkat bahaya erosi tinggi sebagian besar penggunaan lahannya adalah tegalan. Hasil klasifikasi kemampuan lahan menunjukkan bahwa lahan kelas V-VIII jumlahnya lebih besar dari pada lahan kelas I-IV, yang berarti lahan yang tidak dapat digunakan untuk budidaya pertanian lebih banyak daripada lahan yang dapat digunakan untuk pertanian. Faktor pembatas yang dominan adalah lereng dan batuan di permukaan. Tindakan konservasi yang diusulkan adalah pemanfaatan lahan yang disesuaikan dengan fungsinya dalam arti menggunakan lahan sesuai dengan kemampuannya. Prioritas penanganan diusulkan pada lahan yang mempunyai tingkat bahaya erosi tinggi hingga sangat tinggi dan kemampuan lahan rendah. Alternatif tindakan konservasi lebih ditekankan pada usaha tani konservasi dan agroforestry (hutan rakyat).

-

Kata Kunci : Bahaya Erosi tanah,Kemampuan lahan,Konservasi tanah,Wonogiri,Jawa tengah

  1. S1-1992-2528-Abstract.pdf  
  2. S1-1992-2528-Bibliography.pdf  
  3. S1-1992-2528-TableofContent.pdf  
  4. S1-1992-2528-Title.pdf