Laporkan Masalah

Penyebaran kadar garam air tanah di kabupaten Brebes

Djoko Kuncoro, Drs. Soenarso Simoen; Drs. F.H. Kloosterman

1987 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Daerah penelitian terletak di pantaiutara bagian barat Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini mengetahui penyebab dari asinnya airtanah. Lingkup dari penelitian ini meliputi pengukuran para meter sumur dan air sumur di lapangan, dan analisa kandungan kimia di laboratorium. Pengukuran Pengukuran langsung di lapangan meliputi kedalaman sumur, daya hantar listrik air sumur, temperatur air. Sedangkan analisa kandungan kimia meliputi unsur unsur utama yang larut dalam airtanah, yang terdiri dari Sodium, Potasium, Bikarbonat, Klorida, Sulfat, Kalsium, Magnesium. Penentuan jalur pengukuran sumur yang diamati, diten tukan berdasarkan tersedianya sarana jalan penghubung yang tercantum pada peta Topografi skala 1: 100.000. Jumlah sumur yang diukur sebanyak 475. Pengambilan contoh airtanah berdasarkan penampang melintang tiap jalur pengukuran, yang merupakan penyebaran kedalaman sumur disertai dengan harga DHLnya. Dari 5 jalur pengukuran sumur, diambil 3 jalur yang diambil contoh airnya. Jumlah contoh airtanah yang diambil sebanyak 61. Penentuan kelompok kelompok akifer dikerjakan dengan cara analisa histogram kedalaman sumur, dan analisa komu lative probabilitas kelompok kedalaman sumur pada kertas normal distribusi. Sedangkan penentuan tipe kimia airtanah menggunakan diagram Piper segi empat, dan perbandingan antar ion cara Scater diagram. Untuk mencari penyebab asin nya airtanah dengan cara analisa tipe kimia airtanah dan analisa perbandingan antar ion. Hasil dari analisa kedalaman sumur menunjukkan adanya perbedaan kelompok kelompok akifer pada daerah utara sebe lah barat dengan kelompok akifer daerah utara sebelah ti mur pada daerah penelitian. Pada daerah utara sebelah timur pada daerah penelitian. Pada daerah utara sebelah barat didapatkan lapisan kedap air pada kedalaman 40 m sampai 70 m, sedangkan untuk daerah utara sebelah timur lapisan kedap air terdapat pada kelompok kedalaman 20 m sampai 40 m. Tipe kimia airtanah yang didapatkan dengan mengguna kan diagram Piper segi empat, terdiri dari tipe CaMgHCO3, yang merupakan kelompok dari'airtanah dangkal pada daerah endapan vulkan dan dataran pedimen (dataran dimana terja di erosi pada batuan induk), dan juga airtanah sedang pada daerah sebelah barat daerah penelitian. Tipe Campuran, yang merupakan kelompok dari airtanah dangkal pada dataran banjir endapan lempung (flood plain clays) dan kelompok airtanah pada daerah bebas mangrove (rawa rawa yang ditum buhi pohon kayu). Tipe NaCl, yang merupakan kelompok airtanah dangkal pada endapan lempeng laut dan air tanah sedang pada bagian utara utara sebelah barat daerah penelitian akibat terjadinya proses evaporasi. Untuk air tanah dalam mempunyai tipe kimia dari NaHCO3 sampai NaCl yang merupakan akibat adanya proses pertukaran kation dan adanya air connate dari lapisan lempung diatas akifeer yang terperas. Dari Analisa tipe kimia dan perbandingan antar ion, didapatkan Kesimpulan bahwa yang menyebabkan asinnya air tanah pada daerah penelitian bukan disebabkan oleh adanya instrusi air laut tetapi akibat terjadinyanproses evaporasi dan adanya air laut yang terjebak lapisan lempung selama masa pengendapan (air connate).

-

Kata Kunci : Kadar garam air tanah,Brebes,Jawa Tengah

  1. S1-1987-2182-Abstract.pdf  
  2. S1-1987-2182-Bibliography.pdf  
  3. S1-1987-2182-TableofContent.pdf  
  4. S1-1987-2182-Title.pdf