Laporkan Masalah

Analisis Standar Kecantikan Perempuan dalam Media Sosial menurut Michel Foucault

Fauziah Susanti, Dr. Hastanti Widy Nugroho, S.S., M.Hum. : Dr. Supartiningsih, S.S., M.Hum.

2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai bagaimana mekanisme diskursus dan panopticon yang ada di dalam konten media sosial TikTok dan Instagram dapat menginternalisasi proses standar kecantikan yang mengikat dan mendisiplinkan perempuan. Konten mengenai kecantikan dengan beragam standarnya tidak pernah terlepas dalam kehidupan para perempuan, sehingga perempuan akan selalu menyesuaikan dirinya dalam standar kecantikan tersebut. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1). Mendeskripsikan media sosial dapat membentuk standar kecantikan dalam konstruksi sosial. (2). Menganalisis standar kecantikan dikonstruksi oleh media dilihat dari perspektif Michel Foucault.

Penelitian ini menggunakan metode empirisme-reflektif mengenai konten yang mengintepretasikan standar kecantikan di media sosial seperti Tiktok dan Instagram yang ditinjau melalui teori Michel Foucault. Keberadaan standar kecantikan yang terbentuk dalam masyarakat modern telah didominasi oleh banyaknya produksi konten di media sosial khususnya TikTok dan Instagram merupakan objek material yang akan dikaji menggunakan teori Michel Foucault sebagai objek formal penelitian. Metode penelitian ini dipilih karena dapat memberikan gambaran yang mendalam terkait standar kecantikan dapat bekerja dan memengaruhi masyarakat, khususnya kaum perempuan yang juga diperkuat dengan adanya beberapa fenomena yang ada di masyarakat sebagai bentuk dari standar kecantikan yang telah tercipta.

Hasil yang dicapai oleh penelitian ini adalah: (1). Standar kecantikan merupakan produk diskursus yang terbentuk secara sosial dan historis melalui praktik budaya, media, dan kekuasaan dengan menjadikan tubuh dan wajah perempuan menjadi objek utama dari mekanisme pengawasan yang memproduksi norma-norma kecantikan. Media sosial seperti platform seperti TikTok dan Instagram memperkuat kontrol ini melalui fitur visual dan tren digital yang berulang, menjadikan media sosial sebagai alat kekuasaan yang mendisiplinkan tubuh dengan cara yang halus dan tersamar. (2). Pendekatan Michel Foucault menunjukkan bahwa standar kecantikan yang dikonstruksi oleh media bekerja melalui mekanisme gaze, panopticon, dan biopower yang mendorong perempuan untuk menyesuaikan diri sesuai pandangan publik terhadap narasi kecantikan. 


This research aims to explore how mechanisms of discourse and panopticism within social media platforms such as TikTok and Instagram contribute to the internalization of beauty standards that discipline and regulate women's bodies. Beauty-related content, with its varying and shifting standards, remains deeply embedded in women’s everyday lives, prompting constant self-adjustment to socially constructed ideals. Therefore, the objectives of this study are: (1) describe how social media shapes beauty standards within social constructions, and (2) analyze how beauty standards are constructed by the media from the perspective of Michel Foucault.

This research employs a reflective-empirical method to interpret how beauty standards are represented and reproduced through content on TikTok and Instagram, viewed through the lens of Michel Foucault’s theoretical framework. The proliferation of beauty content on social media is regarded as a material object of study, while Foucauldian theory serves as the formal object, providing a critical approach to understanding the power dynamics at play. This method is chosen to uncover how beauty standards operate and influence contemporary society—particularly women—through phenomena that demonstrate how these norms manifest and are sustained in digital culture.

The findings of this study are: (1) Beauty standards are discursive products that are socially and historically constructed through cultural practices, media, and power, positioning women’s bodies and faces as primary objects of surveillance mechanisms that produce dominant beauty norms. Social media platforms such as TikTok and Instagram reinforce this control through visual features and repetitive digital trends, making these platforms tools of power that discipline the body in subtle and covert ways. (2) Michel Foucault’s approach reveals that beauty standards constructed by the media operate through the mechanisms of the gaze, panopticism, and biopower, which encourage women to conform to public narratives of beauty.

Kata Kunci : standar kecantikan, media sosial, panoptikon, diskursus, disiplin tubuh, Tiktok, Instagram.

  1. S1-2025-440742-abstract.pdf  
  2. S1-2025-440742-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-440742-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-440742-title.pdf