MANIFESTASI SEGITIGA KEKERASAN DAN RESOLUSI KONFLIK DALAM NOVEL SNOW KARYA ORHAN PAMUK
Muhammad Awang Bramuda, Dr. Cahyaningrum Dewojati, S.S., M.Hum.
2025 | Tesis | S2 SastraKekerasan merupakan salah satu permasalahan yang selalu menjadi perhatian di dalam berbagai konteks sosial, politik, dan budaya. Tidak hanya menjadi permasalahan di kehidupan sehari-hari, permasalahan mengenai kekerasan juga dapat ditemukan di berbagai karya sastra. Salah satu karya sastra yang mengangkat isu mengenai kekerasan adalah novel dengan judul Snow yang ditulis oleh penulis terkenal asal Turki bernama Orhan Pamuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk merefleksikan bagaimana konsep “Segitiga Kekerasan” dan upaya resolusi konflik yang dipelopori oleh Johan Galtung dimanifestasikan di dalam novel ini. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana teori segitiga kekerasan direpresentasikan dan bagaimana upaya resolusi konflik dilakukan untuk mencapai perdamaian yang terjadi di dalam kota Kars. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Snow merepresentasikan ketiga bentuk kekerasan secara kompleks, terutama melalui tokoh-tokoh yang mengalami tekanan ideologis, represi politik, dan konflik perbedaan pandangan terhadap ideologi. Novel ini juga memperlihatkan keterbatasan teori Galtung dalam menjelaskan kompleksitas kekerasan yang bersifat ambigu dalam konteks sastra. Novel tersebut juga menggambarkan bagaimana upaya resolusi konflik gagal untuk dicapai dikarenakan pendekatan untuk mencapai perdamaian seperti peacemaking, peacekeeping dan peacebuilding gagal untuk diupayakan karena beberapa faktor. Dengan demikian, novel Snow tidak hanya mencerminkan bagaimana kompleksitas dari teori segitiga kekerasan, tetapi juga mengkritisi bagaimana upaya resolusi dapat berjalan gagal dikarenakan oleh faktor-faktor yang tidak terduga. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian sastra, khususnya dalam melihat bagaimana karya sastra dapat menjadi ruang untuk mengeksplorasi dan mendekonstruksi wacana kekerasan dan upaya resolusi konflik.
Violence remains a persistent issue across various social, political, and cultural contexts. It is not the only issue in everyday life but also emerges as a prominent theme in literary works. One such work that addresses the issue of violence is a novel called Snow, a novel written by the renowned Turkish author Orhan Pamuk. This study employs a qualitative approach to examine how Johan Galtung’s concept of the “Violence Triangle” and his framework for conflict resolution are manifested within the novel. The aim of this research is to explore how the theory of the violence triangle is represented and how conflict resolution efforts are portrayed in the pursuit of peace in the city of Kars. The analysis reveals that Snow presents all three forms of violence in a complex manner, particularly through characters who experience ideological pressure, political repression, and ideological conflicts. The novel also illustrates the limitations of Galtung’s theory in capturing the ambiguous and multifaceted nature of violence in literary contexts. Moreover, it portrays the failure of conflict resolution efforts, as approaches such as peacemaking, peacekeeping, and peacebuilding are shown to be ineffective due to various unforeseen factors. Thus, Snow not only reflects the intricacies of the violence triangle theory but also critiques the limitations of peace resolution strategies when confronted with unpredictable dynamics. This study seeks to contribute to literary scholarship by demonstrating how literature can serve as a medium for exploring and deconstructing discourses on violence and conflict resolution.
Kata Kunci : Segitiga Kekerasan, Resolusi Konflik, Johan Galtung, Snow, Orhan Pamuk.