Peran Efikasi Diri terhadap Perilaku Pengambilan Risiko pada Pendaki Gunung
ISMIATUL AFIFAH, Dr. Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Pendakian gunung merupakan salah satu aktivitas outdoor yang semakin diminati. Dalam konteks pendakian gunung, perilaku pengambilan risiko dipahami sebagai bagian dari proses eksploratif yang bersifat konstruktif dan diterima secara sosial. Sejalan dengan hal tersebut, dalam penelitian ini, efikasi diri dipandang sebagai prediktor terhadap perilaku pengambilan risiko pada pendaki gunung. Adapun hipotesis penelitian ini adalah adanya peran positif efikasi diri terhadap perilaku pengambilan risiko pada pendaki gunung. Sebanyak 156 pendaki gunung (laki-laki = 52; perempuan = 104) berusia 18-39 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala efikasi diri pendaki gunung dan skala perilaku pengambilan risiko pendaki gunung. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa efikasi diri berperan secara signifikan dalam meningkatkan perilaku pengambilan risiko pada pendaki gunung (R² = 0.140; p < 0>
Mountain climbing is one of the increasingly popular outdoor activities. In mountain climbing context, risk-taking behavior is understood as part of a constructive and socially accepted exploratory process. In line with this, the present study views self-efficacy as a predictor of risk-taking behavior in mountain climbers. The hypothesis of this research is that self-efficacy plays a positive role in influencing risk-taking behavior among mountain climbers. A total of 156 mountain climbers (male = 52; female = 104), aged 18 – 39 years, participated in this study. The instruments used were the Mountain Climber Self-Efficacy Scale and the Mountain Climber Risk-Taking Behavior Scale. Results from a simple linear regression analysis showed that self-efficacy significantly contributes to increasing risk-taking behavior in mountain climbers (R² = 0.140; p < 0>
Kata Kunci : efikasi diri, perilaku pengambilan risiko, pendaki gunung, self-efficacy, risk-taking behavior, mountain climbers