Kecenderungan Demensia Pada manula Di Panti Wreda Abiyoso Yogyakarta
Ratna Deliana Siregar, dr. Soemarno Ws, Ph.D.; drh. Sitti Rahmah Umniyati, SU
1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERANDengan meningkatnya umur harapan hidup maka jumlah manula (manusia usia lanjut) semakin meningkat. Akibat selanjutnya timbulmasalah-masalah baik fisik-organik, mental dan sosial-ekonomi. Diantara masalah fisik organik pada manula yang berhubungan dengan degenerasi organ terutama sistem saraf adlah demensia. Demensia pada manula akan memberi dampak pada kemunduran kapasitas intelektual, gangguan emosi, gangguan kognitif dan gangguan psikomotor. Dan akibat selanjutnya akan mengganggu pekerjaan dan aktivitas sosial serta hubungan dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi penderita yang cenderung mengalami demensia di PSTW “Abiyoso” Pakem, Sleman. Dengan melibatkan variabel-variabel seperti jenis kelamin, riwayat pendidikan, status perkawinan, jumlah anak dan riwayat pekerjaan. Instrumen yang digunakan untuk menilai derajat demensianya adalah MMSE (Mini Mental State Examination) dari Folstein. Dan uji statistik yang dipakai adalah Chi-square Test, Hasil penelitian terhadap 70 subyek yang memenuhi syarat menunjukkan jumlah manula di PSTW “Abiyoso” yang mengalami demensia sebanyak 53 orang (71,75%). Dan dari uji statistik diperoleh hasil: jenis kelamin dan status pendidikan berpengaruh terhadap kecenderungan demensia. Sedangkan status perkawinan, jumlah anak dan riwayat pekerjaan kurang berpengaruh. Karena sampai saat ini belum ada data yang lengkap mengenai jumlah penderita dimensia pada manula di Indonesia, maka ada kesulitan dalam menanggulangi masalah tersebut. Sehingga perhatian dari para medis dan ahli dari berbagai bidang sangat dibutuhkan.
Kata Kunci : Demensia, manula