Analisis Praktik Tata Kelola dan Akuntabilitas di Pondok Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo)
Rizal Muhlisin, Slamet Sugiri, Prof., Dr., MBA.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik tata kelola dan akuntabilitas di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, serta memahami persepsi pemangku kepentingan internal dan eksternal terhadap praktik tersebut.
Metode Penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan triangulasi sumber dari pengurus, santri, wali santri, alumni, serta masyarakat sekitar.
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok pesantren menerapkan prinsip-prinsip tata kelola berbasis nilai-nilai keislaman dan tradisi lokal dengan pendekatan partisipatif. Akuntabilitas dijalankan dalam empat dimensi: keuangan, tata kelola, kinerja, dan misi. Kepercayaan menjadi pilar utama dalam membangun legitimasi, meskipun sistem formal masih minim. Para pemangku kepentingan menilai praktik yang ada sudah cukup memadai dalam menciptakan transparansi dan tanggung jawab, meskipun masih ada ruang untuk penguatan struktur dan mekanisme pelaporan.
Batasan/Implikasi – Penelitian ini terbatas pada satu pondok pesantren dan bersifat eksploratif. Implikasinya, perlu pengembangan model tata kelola dan akuntabilitas yang lebih sistematis tanpa menghilangkan nilai-nilai lokal dan keagamaan.
Orisinalitas – Studi ini mengisi kekosongan literatur terkait praktik tata kelola dan akuntabilitas di pondok pesantren sebagai organisasi non-profit keagamaan, dengan menggunakan kerangka teori legitimasi dalam tiga dimensi: pragmatis, moral, dan kognitif.
Objective – This study aims to analyze governance and accountability practices at the An-Nawawi Berjan Islamic Boarding School and to understand the perceptions of internal and external stakeholders regarding these practices.
Research Methodology – This study employs a qualitative approach with a case study design. Data was collected through semi-structured interviews, documentation, and triangulation of sources from administrators, students, parents, alumni, and the surrounding community.
Findings – The results of the study indicate that the Islamic boarding school applies governance principles based on Islamic values and local traditions with a participatory approach. Accountability is implemented in four dimensions: financial, governance, performance, and mission. Trust is the main pillar in building legitimacy, although the formal system is still minimal. Stakeholders consider existing practices sufficient in creating transparency and accountability, though there is room for strengthening structures and reporting mechanisms.
Limitations/Implications – This study is limited to one Islamic boarding school and is exploratory in nature. Implications suggest the need to develop a more systematic governance and accountability model without compromising local and religious values.
Originality – This study fills a gap in the literature on governance and accountability practices in Islamic boarding schools as religious non-profit organizations, using a legitimacy theory framework in three dimensions: pragmatic, moral, and cognitive.
Kata Kunci : Governance, accountability, Islamic boarding schools, legitimacy theory, Islamic boarding schools