Laporkan Masalah

Peran Kualitas Hubungan Orang Tua-Anak Terhadap Kompetensi Sosial Anak PraSekolah dengan dimediasi oleh Penggunaan Gawai Anak

William Ma, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., MPsych., Ph.D., Psikolog

2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Anak dengan kompetensi sosial yang baik cenderung mampu merespons situasi secara fleksibel dan empatik. Kompetensi sosial anak berkaitan erat dengan interaksinya pada mikrosistem fisik (misalnya rumah dan sekolah) dan virtual (menggunakan gawai). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas hubungan orang tua-anak terhadap kompetensi sosial anak pra-sekolah dengan dimediasi oleh penggunaan gawai anak. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan partisipan 162 anak pra-sekolah yang melibatkan 162 orang tua dan 22 orang guru TK. Data didapatkan melalui pengisian Skala Kedekatan Orang Tua-Anak; ScreenQ; dan Skala Kompetensi Sosial. Analisis mediasi menggunakan macro-PROCESS menunjukkan bahwa kualitas orang tua-anak tidak berperan terhadap kompetensi sosial anak pra-sekolah dengan penggunaan gawai anak sebagai mediator. Ditolaknya hipotesis mediasi dapat dijelaskan oleh beberapa faktor, yaitu karakteristik sampel yang cenderung homogen, kompleksitas peran pengasuh (berdasarkan gender dan budaya), dominasi variabel yang tidak diukur, serta terdapat keterbatasan metodologis.

Children with well-developed social competence are able to respond to various situations with flexibility and empathy. Children’s social competence is linked to their interactions within physical (e.g., home and school) and virtual (i.e., gadget use) microsystems. This study aimed to examine the role of parent-child relationship quality on preschool children's social competence, as mediated by their gadget use. Participants were recruited through purposive sampling, which involving 162 pre-schoolers and comprising 22 kindergarten teachers and 162 parents of children aged 3 to 6. Data were collected using Skala Kedekatan Orang Tua-Anak, ScreenQ, and Skala Kompetensi Sosial. Mediation analysis using the macro-PROCESS indicated that children's gadget use did not mediate the relationship between parent-child relationship quality and social competence. The rejection of the mediation hypothesis may be explained by a combination of factors: a largely homogeneous sample, the complex nature of caregiving roles (influenced by gender and culture), the potential dominance of unmeasured variables, and several methodological limitations.

Kata Kunci : kompetensi sosial anak pra-sekolah; kualitas hubungan orang tua-anak; penggunaan gawai anak

  1. S2-2025-484456-abstract.pdf  
  2. S2-2025-484456-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-484456-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-484456-title.pdf