Pengembangan Biodegradable Foam Berbasis Pati Singkong dengan Penambahan Kulit Ari Kedelai
Nabila Desiria Putri, Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc
2025 | Tugas Akhir | D4 Pengembangan Produk Agroindustri
Indonesia merupakan negara dengan peringkat ke 2 setelah Negara China dalam menghasilkan sampah plastik (styrofoam) dengan timbulan sebesar 187,2 ton. Kemasan styrofoam banyak digunakan sebagai kemasan pangan di dalam kehidupan sehari-hari karena nilai produksi yang rendah, densitas rendah, stabilitas dimensi yang baik serta ketahanan kelembapan yang baik. Namun, styrofoam memiliki dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan karena memerlukan waktu sampai beberapa ratus tahun untuk dapat terurai di alam dan menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Maka dari itu, diperlukan inovasi produk alternatif pengganti styrofoam yang lebih ramah lingkungan yaitu biodegradable foam berbasis pati singkong dan kulit ari kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi pati singkong dan kulit ari kedelai terhadap sifat fisik dan biodegradasi dari biodegradable foam berbasis pati singkong dengan penambahan kulit ari kedelai, serta, menentukan formula yang paling optimal untuk menghasilkan biodegradable foam berbasis pati singkong dengan penambahan kulit ari kedelai yang sesuai standar. Berdasarkan hasil penelitian, variasi pati singkong dan penambahan kulit ari kedelai berpengaruh signifikan (p<0>biodegradable foam yang meliputi daya serap air, water resistance, oil resistance, dan biodegradasi. Namun, variasi pati singkong dan penambahan kulit ari kedelai tidak berpengaruh signifikan (p?0,05) pada parameter densitas. Formula biodegradable foam terbaik berdasarkan metode Simple Additive Weighting adalah konsentrasi pati singkong sebanyak 78,2?n penambahan kulit ari kedelai sebanyak 6,8?ngan karakteristik nilai daya serap air terendah dan tingkat biodegradasi tertinggi yang memenuhi standar kemasan pangan yang ramah lingkungan.
Indonesia is the second country after China in producing plastic waste (styrofoam) with a generation of 187.2 tons. Styrofoam packaging is widely used as food packaging in everyday life due to its low production value, low density, good dimensional stability and good moisture resistance. However, Styrofoam has a negative impact on health and the environment because it takes up to several hundred years to decompose in nature and causes serious environmental problems. Therefore, an alternative product innovation is needed to replace Styrofoam which is more environmentally friendly, namely biodegradable foam based on cassava starch and soybean hulls. This study aims to analyze the effect of cassava starch and soybean hull concentrations on the physical properties and biodegradability of biodegradable foam made from cassava starch and soybean hulls. In addition, it seeks to determine the most optimal formula to produce cassava starch and soybean hull-based biodegradable foam that meets the standards. Based on the result, variations in cassava starch and soybean hulls affect significantly (p<0>?0,05) the density parameter. The best biodegradable foam formula according to the Simple Additive Weighting method is the variation with a cassava starch concentration of 78.2% and the addition of soybean hulls at 6.8% which has the lowest water absorption value and the highest biodegradation that meets the standards of environmentally friendly food packaging.
Kata Kunci : Biodegradable foam, Kulit Ari Kedelai, Pati Singkong.