Laporkan Masalah

INTERELASI ANTARGENERASI DALAM LITERASI DIGITAL (Studi Kasus Praktik Agensi dalam Program Akademi Digital Lansia Tular Nalar)

Fununun Nisha, Novi Kurnia, M.Si., M.A., Ph.D

2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Di tengah narasi kesenjangan digital, interaksi antargenerasi seringkali dipandang sebatas transfer pengetahuan teknis. Penelitian ini membongkar pandangan tersebut dengan mengkaji fenomena agensi antargenerasi pada Program Akademi Digital Lansia (ADL) Tular Nalar. Fokus utamanya tertuju pada proses interelasi agensi antargenerasi, serta bagaimana tindakan agensi dalam merespons struktur sosial dan sumber daya program ADL. Adapun agensi yang dimaksud adalah fasilitator, peserta ADL dan tim Tular Nalar dari generasi Z, milenial dan generasi pra-lansia/lansia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dianalisis menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens dan konsep komunikasi antargenerasi sebagai kerangka analisis. Program ADL menunjukkan bagaimana praktik literasi digital dapat menjadi ruang sosial yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman dan pengetahuan antargenerasi. Kesadaran dan tindakan adaptif dari para agen program, mencerminkan agensi yang aktif dalam membentuk ulang norma, nilai, dan pola komunikasi digital. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa struktur dalam program bersifat dinamis, terbentuk melalui relasi timbal balik antara praktik komunikasi yang dijalankan secara berulang dan sistem sosial yang mengaturnya. Peneliti menganalisa interelasi tersebut melalui modalitas dan aturan serta sumber daya struktur, diantaranya, bagian administrasi, tools, dan keunikan lokal daerah ADL. Proses ini menunjukkan dualitas struktur sebagaimana dijelaskan dalam teori strukturasi. Penelitian ini dilaksanakan selama periode September hingga Desember 2024. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan pemahaman tentang agensi antargenerasi dan strukturasi dalam konteks literasi digital yang bersifat partisipatif dan inklusif.

Di tengah narasi digital, interaksi antargenerasi seringkali dipandang sebatas transfer pengetahuan teknis. Penelitian ini mengungkap pandangan tersebut dengan mengkaji fenomena agensi antargenerasi pada Program Akademi Digital Lansia (ADL) Tular Nalar. Fokus utamanya adalah pada proses interelasi agensi antargenerasi, serta bagaimana tindakan agensi dalam merespons struktur sosial dan sumber daya program ADL. Adapun lembaga yang dimaksud adalah fasilitator, peserta ADL dan tim Tular Nalar dari generasi Z, milenial dan generasi pra-lansia/lansia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dianalisis menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens dan konsep komunikasi antargenerasi sebagai analisis kerangka. Program ADL menunjukkan bagaimana praktik literasi digital dapat menjadi ruang sosial yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman dan pengetahuan antargenerasi. Kesadaran dan tindakan adaptif dari para agen program, mencerminkan agensi yang aktif dalam membentuk ulang norma, nilai, dan pola komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dalam program bersifat dinamis, terbentuk melalui hubungan timbal balik antara praktik komunikasi yang dijalankan secara berulang dan sistem sosial yang mengaturnya. Peneliti menganalisis interelasi tersebut melalui modalitas dan aturan serta sumber daya struktur, antara lain, bagian administrasi, alat, dan keunikan lokal daerah ADL. Proses ini menunjukkan dualitas struktur sebagaimana dijelaskan dalam teori strukturasi. Penelitian ini dilaksanakan selama periode September hingga Desember 2024. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan pemahaman tentang agensi antargenerasi dan strukturasi dalam konteks literasi digital yang bersifat partisipatif dan inklusif.

Kata Kunci : Agensi Antargenerasi, Strukturasi, Akademi Digital Lansia

  1. S2-2025-525173-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525173-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525173-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525173-title.pdf