Laporkan Masalah

PENATAAN KAWASAN KUMUH DENGAN KOMPLEKSITAS FUNGSI DI PESISIR OEBA, KECAMATAN KOTA LAMA, KOTA KUPANG MENGGUNAKAN METODE CO-CREATION

Sophia Salsabilla, Dr. Eng. Ir. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M.Eng.

2025 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA

Pesatnya urbanisasi di Kota Kupang tidak hanya berdampak positif, tetapi juga menimbulkan berbagai tantangan, khususnya di Kawasan Pesisir Oeba. Kawasan Pesisir Oeba masuk dalam kategori kumuh, dimana kawasan ini mengalami kompleksitas fungsi lahan yang diakibatkan oleh kurangnya perencanaan tata ruang dan tata kelola yang baik. Kondisi itu yang kemudian mempengaruhi aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi Kawasan Pesisir Oeba secara ekonomi, sosial, dan lingkungan, mengidentifikasi faktor penyebab kekumuhan, serta mengeksplorasi penerapan metode co-creation dalam penataan kawasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam, grup diskusi, serta penyebaran kuisioner sebagai bentuk validasi data, dan melibatkan stakeholder dari berbagai latar belakang dalam proses pengambilan data, analisis, hingga desain agar hasil desain dapat memenuhi kebutuhan dari pengguna. Hasil studi kawasan menunjukkan bahwa penyebab utama kekumuhan yang ada di kawasan disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, yang kemudian mempengaruhi kondisi ekonomi dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi desain yang dapat mewadahi pemberdayaan masyarakat. Terdapat tiga alternatif yang dikembangkan berdasarkan hasil rekomendasi stakeholder yang dikembangkan menggunakan metode SCAMPER sehingga menjdi strategi perencanaan. Kemudian, alternatif perancangan akan dipilih oleh masyarakat yang merupakan aktif kawasan. Metode co-creation terbukti cukup efektif dalam perencanaan penataan kawasan. Metode co-creation terbukti efektif dalam perencanaan penataan kawasan berbasis partisipasi, karena dapat mendorong masyarakat agar lebih aktif bersuara dalam menyampaikna ide dan masukan dalam perbaikan kawasan, sehingga hasil yang didapatkan tidak hanya berupa desain yang fokus pada visual, tetapi juga lebih kontekstual dan inklusif.

The rapid urbanization in Kupang City not only has a positive impact, but also creates various challenges, especially in the Oeba Coastal Area. Oeba Coastal Area is categorized as a slum, where this area experiences the complexity land functions due to the lack of spatial planning and good governance. This condition then affects the economic, social, and environmental aspects of the area. This study aims to analyze the economically, socially, and environmentally conditions of Oeba Coastal Area, identify the factors that causing slums, and explore the application of co-creation method in regional planning. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of field observations, in-depth interviews, group discussion, and distributing questionnaires as a form of data validation. This research involves stakeholder from various backgrounds in the process of data collection, analysis, and design so that the design results can meet the needs of users. The results of the area study show that the main cause of slums in the area is caused by the low level of community education, which then affects the economic and environmental conditions. Therefore, design interventions are needed that can accommodate community empowerment. There are three alternatives that developed based on the results of the stakeholder recommendations which was developed using the SCAMPER method so that it becomes a planning strategy. Then, the alternative design will be chosen by the community who are active users of the area. Co-creation method has proven to be quite effective in regional planning arrangements. Co-creation method has proven to be effective in participation-based regional planning, because it can encourage the community to be more active in expressing ideas and input for improving the area, so that the results obtained are not only in the form of designs that focus on visuals, but also more contextual and inclusive.

Kata Kunci : Co-creation, Kawasan Kumuh Pesisir, Kota Kupang, Partisipasi Masyarakat, Penataan Kawasan

  1. S2-2025-525185-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525185-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525185-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525185-title.pdf