EFEKTIVITAS PROGRAM KAMPUNG MINAWISATA SAMBER-BINYERI DI KABUPATEN BIAK NUMFOR
Ishak Yehezkiel Saflembolo, Prof. M. Baiquni., MA; Dr.rer.pol. Dyah Widyastuti, ST., MCP
2025 | Tesis | S2 Geografi
Integrasi sektor perikanan dan pariwisata dalam pembangunan wilayah pesisir semakin berkembang di Indonesia, khususnya melalui program minawisata. Namun, di Kabupaten Biak Numfor, implementasi Program Kampung Minawisata Samber-Binyeri masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan teori pembangunan wilayah dan konsep minawisata sebagai landasan analisis, menekankan pentingnya integrasi sektor perikanan dan pariwisata untuk pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Program Kampung Minawisata Samber-Binyeri dengan fokus pada kesesuaian antara perencanaan, implementasi, dan hasil yang dicapai. Pertanyaan utama penelitian meliputi: sejauh mana program ini berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan program, serta bagaimana peran partisipasi masyarakat dan infrastruktur dalam mendukung tujuan minawisata. Selain itu, penelitian ini juga menelaah dampak program terhadap pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Metode penelitian yang digunakan adalah evaluatif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan analisis data primer, data sekunder, pengamatan lapangan, serta wawancara dengan pemangku kepentingan terkait. Evaluasi dilakukan berdasarkan indikator input, output, dan outcome yang mengacu pada kerangka logis program dan unsur-unsur minawisata. Konsep evaluasi efektivitas program menggunakan Logical Framework Approach (LFA) untuk mengukur kesenjangan perencanaan-implementasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program rendah (40%) dengan output fisik (infrastruktur) terbengkalai dan output non-fisik (pelatihan, partisipasi) tidak berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur wisata dan pelatihan masyarakat telah berjalan, namun pemanfaatan fasilitas dan partisipasi masyarakat masih belum optimal. Temuan utama mengungkapkan adanya kesenjangan antara perencanaan dan implementasi, kurangnya koordinasi antar lembaga, serta rendahnya komitmen masyarakat dalam pengelolaan wisata. Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan belum sepenuhnya menjadi perhatian utama, sehingga potensi degradasi lingkungan masih ada. Program ini dinilai efektif dalam membangun fondasi fisik dan meningkatkan kapasitas SDM, namun belum maksimal dalam menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Faktor eksternal seperti dukungan regulasi dan pasar juga mempengaruhi efektivitas program. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, serta integrasi strategi pembangunan wilayah berbasis minawisata secara berkelanjutan.
Kata kunci: Efektivitas, pembangunan wilayah, minawisata, pemberdayaan masyarakat, Biak Numfor.
The integration of fisheries and tourism sectors in coastal regional development is increasingly prominent in Indonesia, particularly through the minawisata (fisheries-tourism) program. However, in Biak Numfor Regency, the implementation of the Samber-Binyeri Minawisata Village Program faces significant challenges, especially regarding the gap between planning and execution. This study employs regional development theory and the minawisata concept, emphasizing the importance of integrating fisheries and tourism for community empowerment and environmental sustainability.
The aims of this research is to evaluate the effectiveness of the Samber-Binyeri Minawisata Village Program, focusing on the alignment between planning, implementation, and outcomes. The main research questions include: to what extent has the program improved local community welfare, what factors influence its success or failure, and how do community participation and infrastructure contribute to minawisata objectives? The study also examines the program’s impact on sustainable natural resource management.
A qualitative evaluative method was used, involving primary and secondary data analysis, field observations, and interviews with key stakeholders. Evaluation was conducted using input, output, and outcome indicators based on the program's logical framework and minawisata elements.
Findings indicate that while tourism infrastructure development and community training have progressed, the utilization of facilities and community participation remain suboptimal. The main findings reveal a persistent gap between planning and implementation, inadequate inter-agency coordination, and low community commitment in tourism management. Furthermore, environmental sustainability has not been fully prioritized, leaving room for potential environmental degradation. The program has effectively established physical foundations and enhanced human resource capacity but has yet to maximize sustainable economic and social impacts. External factors such as regulatory and market support also influence program effectiveness. Recommendations highlight the need to increase community participation, strengthen local institutions, and integrate sustainable, region-based minawisata development strategies.
Keywords: Effectiveness, regional development, minawisata, community empowerment, Biak Numfor.
Kata Kunci : Effectiveness, regional development, minawisata, community empowerment, Biak Numfor.