Analisis Kinerja Keuangan Sebagai Alat Pengambilan Keputusan Pendanaan dan Investasi: Studi Kasus Pada PT NSGI
Davistian Parmana, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja keuangan PT NSGI sebagai dasar pengambilan keputusan strategis terkait rencana pendanaan dan investasi. PT NSGI merupakan perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG) berbasis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tengah melakukan scale-up dengan compound annual growth rate (CAGR) 112% (2020–2024), namun menghadapi kendala pembiayaan ekspansi. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, analisis dilakukan terhadap rasio likuiditas, aktivitas, solvabilitas, dan profitabilitas berdasarkan laporan keuangan tahun 2020–2024. Hasilnya dibandingkan dengan rata-rata industri dari tiga perusahaan benchmark: MYOR, ADES, dan STTP. Temuan menunjukkan likuiditas PT NSGI berada di bawah standar industri, dengan current, quick, dan cash ratio yang rendah. Rasio aktivitas mengindikasikan efisiensi operasional tinggi, namun disertai modal kerja minimal dan manajemen utang yang agresif. Tingginya leverage terhadap aset (DAR) dan ekuitas (DER) menunjukkan ketergantungan pada utang, yang menekan solvabilitas dan profitabilitas. Returns terhadap aset (ROA) dan ekuitas (ROE) tinggi, namun dipengaruhi oleh pembiayaan utang, bukan margin laba yang kuat. Disarankan agar perusahaan melakukan pendanaan berbasis ekuitas untuk memperkuat modal kerja, meningkatkan likuiditas, dan menyeimbangkan struktur permodalan. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan laporan keuangan sebagai alat strategis dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
This study aims to evaluate the financial performance of PT NSGI as a basis for strategic decision-making related to funding and investment. PT NSGI is a micro, small, and medium enterprise (SSME)-based fast-moving consumer goods (FMCG) company undergoing a scale-up phase, with a CAGR of 112% (2020–2024), yet facing challenges in financing its business expansion. Using a descriptive quantitative approach, the analysis covers liquidity, activity, solvency, and profitability ratios based on the financial statements for the years 2020 through 2024. Results are benchmarked against industry averages from three comparable consumer companies: MYOR, ADES, and STTP. Findings indicate below-industry liquidity, with low current, quick, and cash ratios. Despite high operational efficiency, activity ratios are supported by minimal working capital and aggressive debt management. High leverage to assets (DAR) and equities (DER) reflects significant debt dependence, weakening solvency and profitability. Although returns on assets (ROA) and equities (ROE) are relatively high, they are primarily driven by debt leverage rather than strong profit margins. It is recommended that the company shift toward equity-based financing to strengthen working capital, improve liquidity, and balance its capital structure. The study highlights the strategic importance of financial statements in supporting sustainable business growth.
Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Rasio Keuangan, benchmark, Pendanaan, Investasi, UMKM.