Laporkan Masalah

DINAMIKA CO-CREATION DALAM PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS KALURAHAN PANGGUNGHARJO KABUPATEN BANTUL)

Mutia Oktaviani, Dr. Yuyun Purbokusumo, M.Si

2025 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Studi ini mengkaji dinamika kreasi bersama dalam pengelolaan sampah di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masalah pengelolaan sampah di wilayah ini semakin mendesak setelah penutupan permanen TPA Piyungan pada tahun 2023, yang memaksa pemerintah kabupaten dan kota untuk mengelola sampah secara mandiri. Panggungharjo dipilih sebagai lokasi penelitian karena telah menerapkan praktik inovatif melalui Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (KUPAS), unit usaha pertama dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panggung Lestari, yang seiring waktu telah menerima pengakuan nasional dan internasional atas prestasinya dalam pengelolaan sampah.

Kerangka konseptual penelitian ini menggunakan empat indikator kreasi bersama yang diusulkan oleh (Khan & Krishnan, 2021), yaitu inisiasi, partisipasi terbuka, kolaborasi terbuka, dan keterlibatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan observasi, wawancara mendalam dengan aktor kunci seperti Pemerintah Desa Panggungharjo, Direktur BUMDes Panggung Lestari, Manajer KUPAS, anggota masyarakat lokal, LSM, dan sektor swasta, serta data tambahan dari analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan teknik pengkodean dengan bantuan NVivo untuk mengidentifikasi pola interaksi di antara aktor.

Temuan menunjukkan bahwa pada tahap awal, pengelolaan sampah didominasi oleh kepemimpinan kepala desa, yang mendirikan BUMDes dan KUPAS. Pada tahap partisipasi terbuka, masyarakat mulai terlibat melalui rapat musyawarah dan pendirian bank sampah, meskipun resistensi terhadap perubahan perilaku tetap ada. Pada tahap kolaborasi terbuka, keterlibatan organisasi swasta dan mitra seperti layanan pastiangkut, Bank BNI, Pegadaian, dan Danone semakin meningkat, yang memperkuat kapasitas teknis dan memberikan dukungan dalam pengelolaan sampah. Akhirnya, keterlibatan tercermin dalam budaya pemilahan sampah rumah tangga yang semakin berkembang, partisipasi aktif masyarakat dalam bank sampah, dan penggunaan teknologi pengumpulan sampah digital, meskipun penyesuaian masih berlangsung. Setiap tahap memiliki dinamika tersendiri yang membentuk arah pengelolaan sampah di desa.

Kreasi bersama di Panggungharjo menghasilkan beberapa hasil dalam dimensi ekonomi, sosial, dan politik. Studi ini menekankan bahwa kreasi bersama bukanlah proses yang harmonis, melainkan arena dinamis negosiasi, namun yang memfasilitasi inovasi dan legitimasi dalam tata kelola publik. Pada akhirnya, studi ini menyimpulkan bahwa dinamika kolaborasi dalam pengelolaan sampah di Panggungharjo menunjukkan dua fase yang berbeda: fase awal yang kurang berhasil dan fase selanjutnya yang lebih mencerminkan esensi kreasi bersama.

 

Kata kunci: kreasi bersama, dinamika pengelolaan sampah, BUMDes Panggung Lestari, KUPAS, desa Panggungharjo.

This study examines the dynamics of co-creation in waste management in Panggungharjo Village, Sewon, Bantul, Yogyakarta Special Region. The issue of waste management in this area has become increasingly significant following the permanent closure of the Piyungan landfill in 2023, which compelled district and municipal governments to manage waste independently. Panggungharjo was selected as the research site because it has implemented innovative practices through the Waste Management Business Group (Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah – KUPAS), the first business unit of the Village-Owned Enterprise (BUMDes) Panggung Lestari, which over time has received both national and international recognition for its achievements in waste management.

The conceptual framework of this study employs four indicators of co-creation as proposed by "(Khan & Krishnan, 2021), namely initiation, open participation, open collaboration, and engagement. The research method used is qualitative with a case study approach, involving observation, in-depth interviews with key actors such as the Panggungharjo Village Government, the Director of BUMDes Panggung Lestari, the Manager of KUPAS, local community members, NGOs, and the private sector, as well as supplementary data from document analysis. Data were analyzed using coding techniques with the assistance of NVivo to identify patterns of interaction among actors.

The findings reveal that during the initiation stage, waste management was dominated by the leadership of the village head, who established BUMDes and KUPAS. In the open participation stage, the community began to be involved through deliberative meetings and the establishment of waste banks, although resistance to behavioral change persisted. The open collaboration stage saw increasing involvement of private and partner organizations such as pastiangkut services, BNI Bank, Pegadaian, and Danone, which enhanced technical capacity and provided support in waste management. Finally, engagement was reflected in the growing culture of household waste sorting, active community involvement in waste banks, and participation in the use of digital waste collection technologies, though adjustments were still ongoing. Each stage was marked by its own dynamics, which shaped the trajectory of waste management in the village.

Co-creation in Panggungharjo produced several outcomes in economic, social, and political dimensions. This study underscores that co-creation is not a harmonious process but rather a dynamic arena of negotiation, yet one that fosters innovation and legitimacy in public governance. Ultimately, the study concludes that the dynamics of co-creation in Panggungharjo’s waste management demonstrate two distinct phases: an initial phase that was less successful and a later phase that more fully reflects the essence of co-creation.

 

Keywords: co-creation, waste management dynamics, BUMDes Panggung Lestari, KUPAS, Panggungharjo Village.

Kata Kunci : co-creation, waste management dynamics, BUMDes Panggung Lestari, KUPAS, Panggungharjo Village.

  1. S2-2025-510609-abstract.pdf  
  2. S2-2025-510609-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-510609-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-510609-title.pdf