The Welfare Effects and Coping Responses to Catastrophes: Evidence from Indonesian Seismic Disasters
Mikael Bagas Ario Wicaksono, Elan Satriawan, M.Ec., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Penelitian ini mengkaji dampak
guncangan gempa bumi terhadap kesejahteraan rumah tangga di Indonesia, dengan
fokus pada konsumsi, pemulihan aset, dan perilaku berutang. Dengan menggunakan
data panel dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) serta data
intensitas gempa dari USGS Earthquake Hazards Program, studi ini
meneliti dampak jangka pendek (0–1 tahun) dan jangka menengah (2–6 tahun) dari
sebagian besar kejadian seismik moderat terhadap kesejahteraan rumah tangga.
Strategi empiris yang digunakan adalah model fixed effects untuk
mengestimasi pengaruh paparan gempa terhadap konsumsi rumah tangga, stok aset,
dan perilaku berutang, dengan mengendalikan karakteristik rumah tangga maupun
komunitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya heterogenitas yang signifikan
dalam dampak kesejahteraan, di mana kerugian aset secara tidak proporsional
menimpa rumah tangga yang kurang sejahtera. Konsumsi nonpangan menurun hingga
9,2?lam jangka pendek bagi rumah tangga yang terdampak gempa moderat, dan
aset keuangan menurun dalam jangka menengah, terutama memengaruhi rumah tangga
termiskin. Temuan ini sejalan dengan teori poverty traps, yang
menyatakan bahwa rumah tangga dengan aset terbatas lebih rentan terhadap
guncangan. Hal ini konsisten dengan literatur mengenai konsumsi dan perataan
aset (consumption and asset smoothing), yang berargumen bahwa rumah
tangga lebih kaya memiliki kemampuan lebih baik dalam menyerap guncangan
melalui tabungan dan kredit. Perilaku berutang awalnya terhambat tetapi pulih
dalam jangka menengah, khususnya di wilayah dengan akses yang lebih besar
terhadap kredit formal. Akses kredit formal terbukti dapat mengurangi dampak
negatif terhadap konsumsi nonpangan, meskipun hanya di kawasan perkotaan. Studi
ini juga menemukan bahwa rumah tangga miskin lebih bergantung pada sumber
kredit informal, sehingga menekankan pentingnya kebijakan untuk meningkatkan
inklusi keuangan. Perluasan akses terhadap kredit formal dan penguatan mekanisme
pembiayaan risiko bencana menjadi krusial untuk meningkatkan ketahanan serta
mendukung pemulihan pasca guncangan seismik moderat yang terjadi dengan
frekuensi tinggi.
This study examines the welfare
effects of earthquake-induced shocks on Indonesian households, focusing on
consumption, asset recovery, and borrowing behavior. Using panel data from the
Indonesian Family Life Survey (IFLS) and earthquake intensity data from the
USGS Earthquake Hazards Program, the paper investigates the short-run (0-1
year) and medium-run (2-6 years) impacts of mostly moderate seismic events on
household welfare. The empirical strategy employs a fixed-effects model to
estimate the effects of earthquake exposure on household consumption, asset
stocks, and borrowing behavior, controlling for household and community
characteristics. The results reveal significant heterogeneity in the welfare
effects, with asset losses disproportionately affecting less wealthy
households. Non-food consumption declines by up to 9.2% in the short run for
households exposed to moderate earthquakes, and financial asset depletes in the
medium run, primarily affecting the poorest households. These findings align
with the theory on poverty traps, suggesting that households with limited
assets are more vulnerable. This is consistent with literature on consumption
and asset smoothing, which posits that wealthier households are better equipped
to absorb shocks through savings and credit. Borrowing behavior is initially
constrained but recovers in the medium run, especially in areas with greater
access to formal credit. Formal credit access mitigates the adverse effects on
non-food consumption, albeit only in urban areas. The study also finds that
poorer households rely more on informal credit sources, emphasizing the need
for policies to enhance financial inclusion. Expanding access to formal credit
and strengthening disaster risk financing mechanisms are critical to improving
resilience and supporting recovery after moderate but frequent seismic shocks.
Kata Kunci : Earthquake shocks, IFLS, USGS, household welfare, consumption smoothing, financial inclusion