PENINGKATAN KUALITAS BUNGA ASTER PEACOCK (Aster sp.) ‘DARK PINK STAR’ DENGAN SIKLUS DAN LAMA PENYINARAN TAMBAHAN MALAM HARI
Azizah, Siti Nurul Rofiqo Irwan, S.P., M.Agr., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Agronomi
Aster Peacock (Aster novi-belgii) ‘Dark Pink Star’ merupakan bunga potong bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan yang terus meningkat, namun kualitas yang dihasilkan petani masih rendah akibat keterbatasan panjang hari di Indonesia yang kurang dari 12 jam, sehingga mempengaruhi pertumbuhan vegetatif dan kualitas bunga potong. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penyinaran tambahan malam hari dengan variasi siklus dan lama penyinaran tambahan terhadap pertumbuhan dan kualitas bunga potong Aster Peacock ‘Dark Pink Star’ di Kota Batu. Penelitian dilaksanakan di Desa Banaran Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada ketinggian 900–1400 mdpl dengan suhu 18–24°C dan kelembaban tinggi. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (split plot) dengan petak utama siklus penyinaran yaitu satu siklus dan dua siklus Anak petak adalah penyinaran tambahan yaitu 2, 4, 6 jam per hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyinaran tambahan 4 jam per hari pada dua siklus merupakan perlakuan paling efektif dan efisien dalam meningkatkan kualitas bunga potong, dengan panjang tangkai >91 cm, diameter bunga >23,9 mm, jumlah kuntum bunga 95–129 per tangkai, dan umur pajang lebih lama, memenuhi standar mutu kelas AA. Penyinaran tambahan juga meningkatkan kondisi fisiologis tanaman, mendukung fotosintesis, dan akumulasi fotosintat sebelum fase generatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyinaran tambahan malam hari selama 4 jam pada dua siklus dapat direkomendasikan sebagai teknik agronomis efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas bunga potong Aster Peacock ‘Dark Pink Star’ di dataran tinggi tropis, sehingga mendukung peningkatan produksi, nilai ekonomi, dan daya saing usaha tani florikultura di Kota Batu.
Aster Peacock (Aster novi-belgii) ‘Dark Pink Star’ is a high-value cut
flower with increasing market demand. However, its quality remains low due to
the short photoperiod in Indonesia, which is less than 12 hours, thereby
affecting vegetative growth and overall flower quality. This study aimed to
evaluate the effect of night break lighting with varying durations and cycles
on the growth and quality of Aster Peacock ‘Dark Pink Star’ cut flowers
in Batu City. The research was conducted in Banaran Village, Bumiaji District,
Batu City, at an altitude of 900–1400 meters above sea level, with temperatures
ranging from 18–24°C and high humidity. A split-plot design was used with the
main plot being the lighting cycle (one cycle and two cycles) and the sub-plot
being the duration of additional lighting (2, 4, and 6 hours per day). The
results indicated that providing 4 hours of night break lighting per day in two
cycles was the most effective and efficient treatment for improving cut flower
quality, resulting in stem lengths exceeding 91 cm, flower diameters over 23.9
mm, 95–129 florets per stem, and longer vase life, meeting the AA-grade cut
flower standards. Additional lighting also improved physiological conditions of
the plants, supporting photosynthesis and photosynthate accumulation before the
generative phase. This study concludes that providing 4 hours of night break
lighting in two cycles can be recommended as an effective and efficient
agronomic practice to enhance the quality of Aster Peacock ‘Dark Pink
Star’ cut flowers in tropical highland areas, thereby supporting increased
production, economic value, and the competitiveness of floriculture farming in
Batu City.
Kata Kunci : Aster Peacock, penyinaran tambahan, bunga potong, kualitas, dataran tinggi.