Evaluasi Hasil Penerapan Metode One-Minute Preceptor Pada Pembelajaran Klinik Bidang Odontektomi Mahasiswa Spesialis-1 Bedah Mulut dan Maksilofasial
Indra Mulyawan, dr. Widyandana, MHPE., Ph.D., Sp.M(K) ; Prof. dr. Rr. Titi Savitri Prihatiningsih, MA., MMedEd., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran
Latar Belakang : Pembelajaran klinis merupakan tahapan krusial bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori ke dalam kasus nyata melalui stase di rumah sakit. DPJP memiliki peranan penting dalam memfasilitasi serta membimbing mahasiswa, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Namun efektivitas pembelajaran klinik sering terkendala karena keterbatasan waktu DPJP. Kendala ini berdampak pada kualitas pengalaman belajar mahasiswa yang kurang optimal, padahal kompetensi klinis sangat bergantung pada interaksi pemberian umpan balik yang berulang antara DPJP dengan mahasiswa. Salah satu contohnya dalam menangani kasus odontektomi. Kasus ini merupakan kasus wajib yang harus mampu ditangani oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat kelulusan. Namun kenyataannya, kompetensi mahasiswa belum maksimal sehingga waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan kasus cukup lama dan akan berdampak trauma yang dialami oleh pasien. Melihat tantangan ini, metode one-minute preceptor dapat digunakan sebagai bentuk solusi keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran klinis. Metode pembelajaran singkat ini terdiri dari lima tahapan yang memungkinkan DPJP memberikan bimbingan serta umpan balik konstruktif secara terstruktur kepada mahasiswa. Penerapan OMP diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa secara khusus dalam bidang odontektomi di tengah keterbatasan waktu dari DPJP.
Metode : Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis efektivitas penerapan metode one-minute preceptor terhadap pencapaian kompetensi mahasiswa dalam bidang odontektomi dan menggali persepsi mahasiswa terhadap proses pembelajaran sebelum dan sesudah penerapan metode OMP serta menggali bagaimana dampak yang dirasakan oleh jenjang chief dan jenjang awal dari penerapan metode OMP selama pembelajaran klinis. Peningkatan pengetahuan diukur dengan kuesioner pre-post test, persepsi mahasiswa terhadap proses pembelajaran dievaluasi dengan menggunakan skala likert. Wawancara mendalam untuk menggali informasi terhadap pengalaman mahasiswa melalui 12 pertanyaan dan dianalisis menggunakan analisis konten.
Hasil : Terdapat peningkatan pengetahuan mahasiswa setelah metode OMP diterapkan dan mahasiswa setuju bahwa metode OMP efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran klinis.
Kesimpulan : Seluruh DPJP serta mahasiswa dalam penelitian ini mempersepsikan bahwa penerapan metode pembelajaran one-minute preceptor efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran klinis di rumah sakit pendidikan utama maupun jejaring.
Background : Clinical education is a crucial phase for students to apply theoretical knowledge to real-life cases during hospital rotations. Attending physicians (DPJP) play a vital role in facilitating and guiding students to achieve learning objectives. However, the effectiveness of clinical teaching is often hindered by the limited availability of the attending physicians. This limitation impacts the quality of students’ learning experiences, even though clinical competence heavily depends on repeated feedback interactions between the attending physician and the student. One example is in managing odontectomy cases a mandatory procedure that students must be able to perform as a graduation requirement. In practice, however, students often lack the required competence, resulting in longer procedure times and increased patient trauma. To address this challenge, the One-Minute Preceptor (OMP) method can serve as a solution to time constraints in clinical teaching. This concise teaching approach consists of five steps that allow attending physicians to provide structured guidance and constructive feedback to students. The implementation of the OMP method is expected to enhance students’ competence, particularly in odontectomy, despite the limited availability of clinical instructors.
Methods : This study employed both quantitative and qualitative approaches to analyze the effectiveness of the OMP method in improving student competence in odontectomy. It also explored student's perceptions of the learning process before and after the implementation of the OMP method, as well as the perceived impact on both senior (chief) and junior residents during clinical learning. Knowledge improvement was measured using pre- and post-test questionnaires, while students' perceptions of the learning process were evaluated using a Likert scale. In-depth interviews were conducted using 12 questions to explore students’ experiences, and the data were analyzed using content analysis.
Results : There was a noticeable improvement in students’ knowledge after the OMP method was implemented. Students agreed that the OMP method was effective for clinical teaching.
Conclusion : All attending physicians and students involved in this study perceived the One-Minute Preceptor method as an effective approach for clinical teaching in both primary and affiliated teaching hospitals.
Kata Kunci : One-minute preceptor, Pembelajaran Klinik, Odontektomi