Laporkan Masalah

Perancangan Model Bisnis Aplikasi Kesehatan Sahabat Autoimun

Melly Christin Ginting, Boyke Rudy Purnomo, S.E., M.M., Ph.D., CFP.

2025 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peta empati calon pelanggan, merancang model bisnis dan mengevaluasi kelayakan finansial Sahabat Autoimun, sebuah aplikasi kesehatan digital yang dirancang khusus untuk mendampingi pasien autoimun di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya prevalensi penyakit autoimun serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan yang berkelanjutan, edukatif dan inklusif. Penelitian ini menjadi penting mengingat belum tersedianya platform digital yang secara komprehensif menjawab kebutuhan medis, psikologis dan sosial pasien autoimun. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret-April 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan kebutuhan, preferensi, harapan, tantangan pengguna dan pemangku kepentingan, sekaligus merancang model bisnis yang sesuai dengan konteks layanan kesehatan digital di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif, didukung oleh pendekatan kuantitatif. Pendekatan kualitatif diterapkan melalui wawancara mendalam terhadap lima pasien autoimun, empat dokter subspesialis alergi-imunologi klinik dan empat apoteker. Selain itu, dilakukan observasi terhadap aplikasi Halodoc dan Alodokter untuk mengidentifikasi elemen-elemen model bisnis sebagai pembanding. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, yaitu pengumpulan data dilakukan satu kali dalam periode tertentu untuk memperoleh gambaran fenomena secara efisien. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menghitung kelayakan finansial model bisnis dengan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien autoimun membutuhkan layanan digital yang menyediakan edukasi tervalidasi, pemantauan mandiri, komunitas yang aman serta dukungan konsultasi dari psikolog dan dokter spesialis gizi klinik sebagai bagian dari manajemen holistik pasien. Berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial, diperoleh nilai NPV sebesar Rp113.185.182, IRR sebesar 19,97% Payback Period selama 3 tahun 5 bulan yang menunjukkan bahwa bisnis ini layak untuk dijalankan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan aplikasi digital berbasis kebutuhan nyata pasien autoimun dapat menjadi solusi inovatif dan berkelanjutan dalam ekosistem layanan kesehatan di Indonesia.

This study aims to analyze the empathy map of potential users, design a business model, and evaluate the financial feasibility of Sahabat Autoimun, a digital health application specifically developed to support autoimmune patients in Indonesia. The background of this research is rooted in the increasing prevalence of autoimmune diseases and the limited access to sustainable, educational, and inclusive healthcare services. This study is considered important as there is currently no digital platform that comprehensively addresses the medical, psychological, and social needs of autoimmune patients. The research was conducted in April-May 2025. This study adopts a descriptive approach, aiming to explore the needs, preferences, expectations, and challenges faced by users and stakeholders, while designing a business model that fits the context of digital health services in Indonesia. A qualitative method is used as the primary approach, supported by quantitative analysis. The qualitative data were collected through in-depth interviews with five autoimmune patients, four clinical immunology-allergy specialist doctors, and four pharmacists. In addition, observations of Halodoc and Alodokter applications were conducted to identify business model elements as benchmarks. This study applied a cross-sectional design, where data were collected once during a specific period to capture the phenomenon efficiently. The quantitative method was used to assess the financial feasibility of the business model through indicators such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP). The findings indicate that autoimmune patients require digital services that offer validated education, self-monitoring features, safe communities, and access to consultation with psychologists and clinical nutrition specialists as part of a holistic management approach. Based on the financial feasibility analysis, the business model shows an NPV of Rp113,185,182, an IRR of 19.97%, and a Payback Period of 3 years and 5 months, indicating that the business is financially viable. This study concludes that developing a digital application tailored to the actual needs of autoimmune patients can serve as an innovative and sustainable solution within the Indonesian healthcare ecosystem.

Kata Kunci : Model Bisnis, Autoimun, Aplikasi Kesehatan Digital, Kelayakan Finansial, Kanvas Model Bisnis

  1. S2-2025-529917-abstract.pdf  
  2. S2-2025-529917-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-529917-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-529917-title.pdf