Laporkan Masalah

DAMPAK PEMBERIAN PELATIHAN SIMULASI PENCABUTAN GIGI SEBAGAI PERSIAPAN MEMASUKI TINGKAT PROFESI KEDOKTERAN GIGI

Muqsitha Fitri Nugrahani, dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed. PhD

2025 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran

Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak program pelatihan simulasi pencabutan gigi terstruktur yang menggunakan pasien simulasi standar sebagai pendekatan persiapan untuk memasuki fase profesi pendidikan kedokteran gigi.  

Bahan dan Metode: Desain studi pra-eksperimental mixed-methods study design, melibatkan mahasiswa kedokteran gigi preklinik tahun akhir di Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang telah menyelesaikan fase akademik mereka dan mengikuti Program Orientasi Klinik. Intervensi terdiri dari pelatihan simulasi selama dua hari yang mencakup pemaparan materi, role-play, simulasi ekstraksi gigi secara praktis dengan pasien simulasi standar dan pantom gigi, serta pemberian umpan balik 360° dari supervisor, peers (teman) dan pasien simulasi. Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes pre dan post intervensi berupa (MCQ) dan kuesioner persepsi kesiapan. Data kualitatif diperoleh melalui pertanyaan terbuka dan umpan balik 360° yang dianalisis secara tematis.

Hasil: Analisis kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman kognitif siswa (p < 0>

Kesimpulan: Pelatihan simulasi menggunakan simulasi pasien standar dan pengamatan terarah secara positif mempengaruhi kesiapan mahasiswa kedokteran gigi untuk praktik klinis. Temuan ini menyoroti pentingnya metode pembelajaran berbasis pengalaman dan kaya konteks dalam menjembatani transisi dari praklinis ke klinis dalam pendidikan kedokteran gigi.

Objective: This study aimed to assess the impact of a structured tooth extraction simulation training program using standardized patients as a preparatory approach for entering the professional phase of dental education.

Material and Methods: A pre-experimental mixed-methods study design was used, involving final-year preclinical dental students at Universitas Islam Sultan Agung Semarang who had completed their academic phase and participated in the Orientation Program. The intervention consisted of a two-day simulation-based training that included lectures, role-play, hands-on extraction simulation using standardized patients and dental phantoms, and 360° feedback from supervisors, peers, and simulated patients. Quantitative data were collected through pre- and post-tests (MCQs) and readiness perception questionnaires. Qualitative data were obtained through open-ended questions and 360° feedback to analyzed thematically.

Results: Quantitative analysis revealed significant improvements in students’ cognitive understanding (p < 0>

Conclusion: Simulation training using standardized patients simulation and guided observation positively influenced dental students’ readiness for clinical practice. These findings highlight the importance of experiential and context rich learning methods in bridging the preclinical-to-clinical transition in dental education.

Kata Kunci : Dental education, Clinical readiness, Simulation training, Tooth extraction, Standardized patient Simulation.

  1. S2-2025-512542-abstract.pdf  
  2. S2-2025-512542-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-512542-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-512542-title.pdf