Laporkan Masalah

PENGARUH GREEN PROCESS INNOVATION (GPI) TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Feni Fitriani Putri R, Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Introduction/Main Objectives: Penelitian ini mengkaji topik green process innovation (GPI) dalam konteks perusahaan di Indonesia, khususnya pengaruhnya terhadap kinerja keuangan perusahaan. Topik ini penting karena perusahaan dituntut untuk menyeimbangkan kepatuhan lingkungan dan kinerja keuangan, terutama dalam konteks regulasi keberlanjutan yang semakin ketat di negara berkembang. Background Problems: Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah green process innovation (GPI) berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan, dan bagaimana kinerja lingkungan dan proporsi wanita dalam dewan direksi memediasi dan memoderasi hubungan tersebut. Novelty: Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menguji pengaruh GPI terhadap kinerja keuangan melalui mediasi kinerja lingkungan dan moderasi proporsi wanita dalam dewan direksi dalam konteks negara berkembang, yakni Indonesia. Studi sebelumnya banyak dilakukan di negara maju dan menunjukkan hasil yang beragam; penelitian ini menanggapi saran literatur untuk mengkaji variabel mediasi dan moderasi tersebut di negara dengan karakteristik institusional yang berbeda. Research Methods: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel terhadap 310 observasi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan PROPER selama periode 2019–2024. Variabel GPI diukur dengan analisis konten terhadap laporan keberlanjutan, kinerja lingkungan diukur dengan skor PROPER, dan kinerja keuangan diproksikan dengan return on assets (ROA). Analisis dilakukan dengan model regresi yang menguji pengaruh langsung, mediasi, dan interaksi moderasi. Finding/Results: Penelitian menemukan bahwa GPI berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan dan kinerja lingkungan. Namun, kinerja lingkungan tidak memediasi secara signifikan hubungan antara GPI dan kinerja keuangan. Di sisi lain, proporsi wanita dalam dewan direksi tidak terbukti memoderasi secara positif hubungan antara GPI dan kinerja keuangan. Conclusion: Temuan ini menyimpulkan bahwa GPI merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaa dalam pengambilan keputusan strategis. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa keberlanjutan dan kinerja keuangan dapat disinergikan melalui inovasi proses dan tata kelola perusahaan yang inklusif.

Introduction/Main Objectives: This study investigates the topic of green process innovation (GPI) within the context of Indonesian firms, focusing specifically on its impact on financial performance. The topic is of particular importance as companies are increasingly required to balance environmental compliance with financial performance, especially under the tightening sustainability regulations in developing countries. Background Problems: The central research problem addressed in this study is whether green process innovation (GPI) affects corporate financial performance, and how environmental performance and the proportion of women on the board of directors mediate and moderate this relationship. Novelty: This research contributes to the literature by examining the effect of GPI on financial performance through the mediating role of environmental performance and the moderating role of female representation on boards, within the context of a developing country—Indonesia. While previous studies have predominantly focused on developed economies and yielded mixed results, this study responds to calls in the literature to explore such mediating and moderating variables in institutional settings with different characteristics. Research Methods: A quantitative approach is employed using panel data regression analysis on 310 firm-year observations of companies listed on the Indonesia Stock Exchange and the PROPER index during the 2019–2024 period. GPI is measured using content analysis of sustainability reports; environmental performance is measured through the PROPER rating; and financial performance is proxied by return on assets (ROA). The analysis involves regression models testing direct effects, mediation, and moderation interactions. Findings/Results: The results reveal that GPI has a positive effect on both financial and environmental performance. However, environmental performance does not significantly mediate the relationship between GPI and financial performance. On the other hand, the proportion of women on the board significantly and positively moderates the relationship between GPI and financial performance. Conclusion: The findings suggest that GPI is an effective strategy for enhancing corporate financial performance, particularly when supported by female involvement in strategic decision-making processes. The study implies that sustainability and financial performance can be synergized through process innovation and inclusive corporate governance.

Kata Kunci : Dewan Direksi; Green Process Innovation; Kinerja Keuangan; Kinerja Lingkungan; Resource-Based View

  1. S2-2025-524821-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524821-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524821-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524821-title.pdf