GREENWASHING DAN KINERJA PERUSAHAAN: STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI NEGARA-NEGARA OKI DENGAN TATA KELOLA PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
Akmalia Lutfiaturrosyida Agung Putri, Bowo Setiyono, S.E., M.Com., Ph.D., CFP., CACP.
2025 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN
Tekanan dari pemangku kepentingan yang mengharuskan perusahaan beroperasi secara ramah lingkungan mendorong perusahaan dengan kinerja ESG rendah untuk terlibat dalam greenwashing untuk meningkatkan legitimasi, meskipun tidak mencerminkan kinerja lingkungan nyata. Penelitian ini menyelidiki pengaruh greenwashing terhadap kinerja perusahaan melalui interaksi kompensasi eksekutif, board size, dan kualitas audit pada perusahaan manufaktur di negara-negara OKI. Penelitian ini menggunakan skor pengungkapan dan kinerja ESG sebagai ukuran greenwashing dan mengintegrasikan variabel tata kelola perusahaan untuk analisis yang lebih komprehensif. Menggunakan data sekunder perusahaan manufaktur yang terdaftar di negara-negara OKI selama 2015-2023 yang dianalisis menggunakan regresi data panel dengan Generalized Least Squares (GLS) untuk memastikan keandalan estimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa greenwashing berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan. Variabel kompensasi eksekutif membantu mengurangi dampak negatif greenwashing, sementara board size tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Kualitas audit oleh Big Four efektif dalam mengurangi dampak negatif greenwashing. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya tata kelola perusahaan dalam mengurangi greenwashing di negara berkembang, serta mendorong regulator untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaporan keberlanjutan dan bagi pemangku kepentingan untuk membuat keputusan investasi yang lebih bijak. Perusahaan juga diharapkan menghindari praktik greenwashing dengan memberikan kompensasi bijak kepada eksekutif dan memilih auditor yang kredibel seperti big four.
The pressure from
stakeholders requiring companies to operate in an environmentally friendly
manner encourages companies with low ESG performance to engage in greenwashing
to enhance legitimacy, despite not reflecting actual environmental performance.
This study investigates the impact of greenwashing on corporate performance
through the interaction of executive compensation, board size, and audit
quality in manufacturing companies in OIC countries. The study uses ESG
disclosure scores and ESG performance as measures of greenwashing and
integrates corporate governance variables for a more comprehensive analysis.
Using secondary data from manufacturing companies listed in OIC countries
between 2015-2023, the data was analyzed using panel data regression with
Generalized Least Squares (GLS) to ensure estimation reliability. The results
show that greenwashing has a significant negative impact on corporate
performance. The executive compensation variable helps mitigate the negative
effects of greenwashing, while board size does not show a significant effect.
Audit quality by the Big Four is proven to be effective in reducing the
negative impact of greenwashing. This study provides insights into the
importance of corporate governance in reducing greenwashing in developing
countries, while urging regulators to strengthen oversight of sustainability
reporting and stakeholders to make more informed investment decisions.
Companies are also encouraged to avoid greenwashing practices by offering
appropriate compensation to the executive board and selecting credible auditors
such as the Big Four.
Kata Kunci : Greenwashing, perusahaan performance, OIC countries, executive compensation, board size, audit quality