Pola tanam lahan sawah kaitannya dengan pendapatan petani di desa Sardonoharjo kecamatan Ngaglik kabupaten Sleman
Anisa Trisnawati, Sudrajat, S.Si., M.P.
2010 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANINTISARI Penggunaan lahan di Desa Sardonoharjo, 65% merupakan lahan pertanian yang 45%-nya dimanfaatkan untuk lahan sawah. Penduduk Desa Sardonoharjo yang sebagian besar adalah petani, sangat bergantung pada pendapatan hasil usahatani khususnya lahan sawah. Pemaksimalan pendapatan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan produksi lahan sawah. Pengotimalan tersebut dapat dilakukan dengan pemilihan komoditi yang tepat untuk diusahakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pola tanam lahan sawah yang dilakukan petani, (2)mengetahui pendapatan petani dari usahatani lahan sawah dan (3) mengetahui keterkaitan pola tanam lahan sawah dengan pendapatan petani dari usahatani lahan sawah di Desa Sardonoharjo. Metode dasar yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang memiliki lahan sawah dan aktif melakukan kegiatan pertanian lahan sawah di Desa Sardonoharjo, dengan responden adalah sebagian dari petani tersebut. Pengambilan responden dilakukan dengan random sampling. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara langsung kepada resepoden menggunakan kuisioner. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan tabel frekuesi untuk tujuan 1 dan 2, serta tabel silang untuk tujuan ketiga. Hasil penelitian ini menunjukan pola tanam yang dilakukan oleh petani Desa Sardonoharjo tedapat 7 macam pola tanam. Mayoritas petani melakukan pola tanam padi-padi-palawija sebanyak 40% petani. Sebagian besar petani memiliki pendapatan dalam 1 tahun sebesar Rp.3004650, yaitu sebanyak 60% petani. Rata-rata pendapatan petani dalam 1 tahun sebesar Rp.2946732. Pendapatan petani yang relatif rendah dikarenakan sempitnya lahan sawah yang dimiliki petani. Pendapatan minimum petani bernilai Rp.274800, sedangkan pendapatan maksimum mencapai Rp.11261000. Dari ketujuh pola tanam, tidak ada yang memiliki kecenderungan tinggi untuk menghasilkan pendapatan yang tinggi. Pola tanam yang paling banyak dapat mencapai pendapatan Rp.5761500 adalah pola tanam padi-sayuran-bero sebanyak 4%. Tidak terdapat kaitan yang kuat antara pola tanam dengan pendapatan petani karena sempitnya luas lahan.
-
Kata Kunci : pola tanam, pendapatan, lahan sawah,Ngaglik,Sleman,DIY