Laporkan Masalah

Akses AIr Minum dan Sanitasi Berkualitas Pada Prevalensi Diare Anak Balita di Indonesia

Desi Ayu Purwanti, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Diare menjadi penyebab ketiga mortalitas dan morbiditas pada anak usia di bawah lima tahun di dunia, terutama di negara berkembang. Kuman diare menyebar dari tinja seseorang ke mulut orang lain dan biasanya menyebar melalui air, makanan, atau benda yang terkontaminasi. Hal ini mengindikasikan perlunya upaya pemerintah dalam perluasan barang publik berupa peningkatan akses ke air minum yang berkualitas. Namun, prevalensi diare juga berkaitan dengan input privat seperti sanitasi berkualitas di rumah tangga, praktik pengelolaan air minum dan perilaku rumah tangga dalam menjaga kebersihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh air minum dan sanitasi berkualitas pada prevalensi diare anak usia lima tahun di Indonesia dengan menggunakan data pooled cross-section IDHS tahun 2012 dan 2017 yang digabung dengan data Susenas 2015 dan 2017. Dengan menggunakan regresi logistik yang dilengkapi dengan model clustered, hasilnya menunjukkan bahwa kualitas air minum signifikan menurunkan kemungkinan diare anak balita dalam model regresi logistik bivariat, namun menjadi tidak signifikan setelah dimasukkan ke dalam model regresi logistik multivariat pada model klaster. Hal ini diduga karena variasi praktik pengolahan air dan potensi kontaminasi akibat praktik kebersihan yang tidak higienis. Sanitasi yang berkualitas signifikan menurunkan kemungkinan diare anak di seluruh model. Peran ibu terbukti penting, tercermin dalam otonomi ibu sebagai pembuat keputusan kesehatan anak, pendidikan ibu, usia ibu, dan pemberian ASI, dan kunjungan pada fasilitas kesehatan. Implikasi kebijakan tidak cukup hanya dengan meningkatkan jangkauan akses fisik ke layanan air dan sanitasi berkualitas, melainkan juga edukasi mengenai pengolahan air minum serta praktik kebersihan di rumah tangga.

Diarrhea is the third leading cause of mortality and morbidity in children under five years worldwide, especially in developing countries. Diarrhea-causing pathogens spread from one person's feces to another's mouth and typically spread through contaminated water, food, or objects. This highlights the need for government interventions to expand public goods such as improving access to quality drinking water and sanitation. However, the prevalence of diarrhea is also linked to private inputs, such as practices in managing quality drinking water and household behaviors in maintaining hygiene. This study aims to explore the influence of quality drinking water and sanitation on the prevalence of diarrhea among children under five years in Indonesia using pooled cross-sectional data from IDHS 2012, 2017 combined with Susenas 2015, 2017. Using logistic regression with a clustered model, the results show that quality drinking water significantly reduces the likelihood of diarrhea in infants in the bivariate logistic regression, but becomes insignificant when included in the multivariate logistic regression at the clustered models. This is likely due to variations in water treatment practices and the contamination potential from unhygienic hygiene practices. Quality sanitation significantly reduces the likelihood of diarrhea in children across all models. The role of mothers is proven to be important, reflected in autonomy as decision-makers for children's health, education, age, breastfeeding practice, and visits to health facilities. Policy implications shouldn’t only focus on increasing physical access, but also on education regarding drinking water treatment and hygiene practices within households.

Kata Kunci : Diare, Air Minum, Sanitasi, Praktik Kebersihan, Regresi Logistik, Diarrhea, Drinking Water, Sanitation, Hygiene Practices, Logistic Regression

  1. S2-2025-524834-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524834-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524834-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524834-title.pdf