Luaran pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-1 dengan Riwayat Ketoasidosis Diabetikum
Rhama Patria Bharata, dr. Desy Rusmawatiningtyas, M.Sc., Sp.A(K)
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan anak
Diabetes melitus tipe 1 (DMT1) pada anak usia sangat dini merupakan tantangan yang sulit dalam hal diagnosis dan tata laksana. Ketoasidosis diabetikum (KAD) saat awal diagnosis meningkatkan risiko ketidakstabilan glikemik. Kami menampilkan kasus seorang anak laki-laki berusia 2 tahun yang didiagnosis DMT1 setelah mengalami KAD berat akibat infeksi. Meskipun terapi insulin dimulai lebih awal dan dilakukan kontrol rutin, pasien tetap mengalami fluktuasi glikemik persisten dan kontrol HbA1c yang kurang optimal. Faktor-faktor yang telah teridentifikasi Adalah ketidakteraturan pola makan, masalah perilaku, serta penggunaan insulin basal monoterapi. Laporan kasus ini menyoroti kompleksitas tata laksana DMT1 pada balita pasca-KAD serta perlunya strategi multidisiplin yang disesuaikan secara individual.
Type 1 diabetes mellitus (T1DM) in very young children presents unique diagnostic and management challenges. Diabetic ketoacidosis (DKA) at onset increases the risk of glycaemic instability. We present the case of a 2-year-old boy diagnosed with T1DM following a severe DKA episode precipitated by infection. Despite early initiation of insulin therapy and consistent follow-up, the patient experienced persistent glycaemic fluctuations and suboptimal HbA1c control. Contributing factors included dietary irregularities, behavioural challenges, and reliance on basal insulin alone. This report highlights the complexity of T1DM management in toddlers post-DKA and the need for tailored, multidisciplinary strategies.
Kata Kunci : Keyword: Type-1 Diabetes Mellitus, Child, Diabetic Ketoacidosis, Glycaemic Control