Frekuensi Depresi Pada Wanita Pasca Menopause di Lingkungan Guru Sekolah Dasar Kotamadya Yogyakarta
Kristin Indriati, dr. Moetrarsi Firngardi, DTM&H, DAJ
1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERANDepresi dapat terjadi pada siapa saja , salah satunya pada wanita ketika telah memasuki masa pasca menopause, dimana terjadi perubahan-perubahan yang bersifat fisiologis. Namun pada masa pasca menopause, perubahan ini tidak dapat ditinjau dari segi biologik saja, karena perubahan psikososial dan psikopersonal turut berperanan dan merupakan bagian integral dari kehidupan wanita pada masa tersebut. Depresi merupakan salah satu gejala psikis yang dapat terjadi pada masa pasca menopause. Berdasarkan kurangnya penelitian tentang frekuensi depresi pada wan ita pasca menopause maka dipandang perlu untuk diadakan penelitian ini. Subyek penelitian adalah wanita yang telah menopause di lingkungan guru sekolah dasar negeri Kotamadya Yogyakarta, yang masih aktif bekerja selama penelitian berlangsung yaitu pada bulan Mei 1997 sampai dengan Juni 1997. Metode penelitian menggunakan cara noneksperimental (cross sectional survey) dan bersifat deskriptif, dengan variabel penelitian meliputi lama pasca menopause, tingkat pendidikan, status perkawinan, jumlah anak, riwayat penyakit kronis, tekanan dalam pekerjaan dan adanya pengalaman traumatik. Instrumen untuk diagnosis depresi yang dipakai dalam penelitian ini adalah Skala Hamilton untuk depresi yang telah dimodifikasi. Dari penelitian didapatkan 30 responden yang memenuhi syarat, dengan gambaran kelompok yang tidak depresi berjumlah 18 orang (60 %), sedangkan kelompok depresi berjumlah 12 orang (40 %). Uji statistik dengan Chi kwadrat menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna dalam distribusi frekuensi depresi menurut lama pasca menopause (X2 = 0,536;p>0,05), tingkat pendidikan (X2=0,012;p>0,05), status perkawinan ( X2=0,0087;p>0,05), riwayat penyakit kronis (X2=3,025;p>O,05) dan tekanan dalarn pekerjaan (X2=0,25;p>0,05), sedangkan uji statistik dengan chi kwadrat menunjukkan perbedaan yang bermakna terhadap distribusi frekuensi depresi menurut jumlah anak (X2 = 4,12; p<0,05), dan menurut adanya pengalaman traumatik (X2 =5,36;p<0,05).
Kata Kunci : Depresi, Pasca Menopause, Guru, Skala Hamilton