Studi Kerangka Koalisi Advokasi Dalam Proses Formulasi Kebijakan Penataan Pertambangan Rakyat Di Daerah Aliran Sungai Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Muhammad Sohid, Dr. Samodra Wibawa, M.Sc
2025 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK
Penelitian ini membahas dinamika advokasi
koalisi dan konstruksi narasi dalam proses formulasi kebijakan penataan pertambangan
rakyat di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Latar belakang penelitian ini berangkat dari ketegangan antara kebutuhan
ekonomi masyarakat penambang rakyat dan urgensi menjaga kelestarian lingkungan
yang kerap menimbulkan konflik kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi aktor-aktor yang terlibat, menganalisis sistem keyakinan serta
konstruksi narasi koalisi, serta menggali pembelajaran kebijakan yang dapat
diterapkan dalam rangka mewujudkan tata kelola pertambangan berkelanjutan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi
kasus, memanfaatkan wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen,
kemudian dianalisis dengan kerangka Advocacy Coalition Framework (ACF)
dan Narrative Policy Framework (NPF). Hasil penelitian menunjukkan
adanya dua koalisi utama, yaitu koalisi penambang rakyat (KPP) dan koalisi
pelestari lingkungan (PMKP-KJWBY) yang memiliki sistem keyakinan berbeda dan
membangun narasi kebijakan dengan menonjolkan aktor pahlawan, korban, dan
antagonis untuk memperkuat legitimasi politik. Pemerintah daerah berperan
sebagai policy broker meskipun cenderung ambivalen dalam menyeimbangkan
kepentingan pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Temuan juga
memperlihatkan lemahnya pengawasan, kurangnya partisipasi publik, serta
maraknya praktik informal dalam perizinan yang memperburuk ketidakadilan sosial
dan kerusakan ekologis. Kesimpulannya, interaksi antara kekuatan struktural
(ACF) dan kekuatan simbolik (NPF) menjadi faktor kunci dalam membentuk arah
kebijakan pertambangan di DAS Progo.
Kata Kunci:
Koalisi Advokasi, Narasi Kebijakan, Formulasi Kebijakan, Pertambangan Rakyat.
This study examines the dynamics of
coalition advocacy and narrative construction in the process of formulating
community mining management policies in the Progo River Basin (DAS) area,
Yogyakarta Special Region. The background of this study stems from the tension
between the economic needs of community mining communities and the urgency of
preserving the environment, which often gives rise to conflicts of interest.
This study aims to identify the actors involved, analyze the belief systems and
narrative construction of the coalition, and explore policy lessons that can be
applied in order to realize sustainable mining governance. The research method
used is a qualitative case study approach, utilizing in-depth interviews,
observations, and document analysis. Then analyzed using the Advocacy Coalition
Framework (ACF) and Narrative Policy Framework (NPF). The research findings
indicate the existence of two main coalitions: the smallholder mining coalition
(KPP) and the environmental conservation coalition (PMKP-KJWBY), which have
different belief systems and construct policy narratives that highlight heroes,
victims, and antagonists to strengthen political legitimacy. The local
government acts as a policy broker, albeit with a tendency to be ambivalent in
balancing the interests of economic development and environmental protection.
The findings also reveal weak oversight, a lack of public participation, and
widespread informal licensing practices that exacerbate social injustice and
ecological damage. In conclusion, the interaction between structural power
(ACF) and symbolic power (NPF) is a key factor in shaping the direction of
mining policy in the Progo River Basin.
Keywords: Advocacy Coalition, Policy Narrative,
Policy Formulation, Community Mining
Kata Kunci : Koalisi Advokasi, Narasi Kebijakan, Formulasi Kebijakan, Pertambangan Rakyat.