Laporkan Masalah

Hubungan Literasi Kesehatan Mental dengan Gangguan Kecemasan Pada Perawat di RS. Adam Malik

Adila Fataya Fuad, Prof. dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH., Ph.D ; Ema Madyaningrum, S.Kep.Ns, M.Kes, Ph.D

2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berperan penting dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit dan sering kali menghadapi tuntutan pekerjaan yang berat yang berdampak pada tekanan psikologis. Kondisi ini menjadikan mereka kelompok yang rentan mengalami gangguan kecemasan. Literasi kesehatan mental, yaitu kemampuan mengenali dan merespons masalah psikologis, diyakini berperan dalam menjaga kesehatan mental perawat. Namun, bukti empiris dalam konteks rumah sakit di Indonesia masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan mental dan faktor lain yang berhubungan dengan gangguan kecemasan pada perawat di RS. Adam Malik, Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel 208 perawat, dipilih melalui cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur kecemasan, Mental Health Literacy Questionnaire Short Version for Adults (MHLq-SVa)  untuk mengukur literasi kesehatan mental, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial. Analisis dilakukan dengan regresi logistik bivariat dan multivariat. Hasil: Sebanyak 17,79% perawat mengalami gangguan kecemasan. Sebagian besar memiliki literasi kesehatan mental tinggi yaitu 52,88%. Literasi kesehatan mental dan dukungan sosial ditemukan memiliki pengaruh signifikan terhadap kecemasan. Perawat dengan literasi rendah berisiko 2,23 kali lebih besar mengalami kecemasan, sedangkan yang memiliki dukungan sosial rendah berisiko hingga 4 kali lebih besar mengalami kecemasan. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa literasi kesehatan mental dan dukungan sosial merupakan faktor protektif utama terhadap kecemasan pada perawat. Rumah sakit disarankan untuk memperkuat dukungan sosial melalui program terstruktur seperti program peer support, konseling, dan supervisi yang suportif. Upaya peningkatan literasi kesehatan mental dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan dan pelatihan pegawai. Skrining kesehatan mental secara rutin juga penting untuk deteksi dini dan intervensi yang tepat.

Background: Nurses play a crucial role in hospital healthcare services and often face heavy workloads that contribute to psychological stress. This condition makes them a vulnerable group to anxiety disorders. Mental health literacy, defined as the ability to recognize and respond to psychological problems, is believed to contribute to maintaining nurses’ mental well-being. However, empirical evidance in the context of hospital in Indonesia remains limited, and the findings could serve as a consideration for health promotion interventions. Objective: This study aims to examine the relationship between mental health literacy and other factors associated with anxiety disorders among nurses at Adam Malik General Hospital, Medan. Methods: This cross-sectional study involved 208 nurses selected through cluster random sampling. The instruments used included the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) to measure anxiety, the Mental Health Literacy Questionnaire Short Version for Adults (MHLq-SVa) to assess mental health literacy, and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to measure social support. Data were analyzed using bivariate and multivariate logistic regression. Results: A total of 17.79% of nurses experienced anxiety disorders. The majority (52.88%) had high mental health literacy. Both mental health literacy and social support were found to have significant associations with anxiety. Nurses with low mental health literacy were 2.23 times more likely to experience anxiety, while those with low social support were up to 4 times more likely to experience anxiety. Conclusion: This study highlights that mental health literacy and social support are key protective factors against anxiety among nurses. Hospitals are encouraged to strengthen social support through structured programs such as peer support, counseling, and supportive supervision. Efforts to improve mental health literacy can be integrated into staff education and training. Regular mental health screening is also important for early detection and timely intervention.

Kata Kunci : Kecemasan, Literasi Kesehatan Mental, Dukungan Sosial, Perawat

  1. S2-2025-471351-abstract.pdf  
  2. S2-2025-471351-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-471351-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-471351-title.pdf