AKTIVITAS ANTIBIOFILM BAKTERI ASAM LAKTAT KANDIDAT PROBIOTIK TERHADAP BAKTERI PATOGEN Streptococcus mutans ATCC 25175 DAN Enterococcus faecalis ATCC 29212
Chrismelan Julianto Pesoa, Prof. Dr. Mustofa, Apt., M.Kes; Dr. Ema Damayanti, M.Biotech
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis
Latar Belakang: Streptococcus mutans dan Enterococcus faecalis merupakan jenis bakteri patogen oral yang dapat
menyebabkan terjadinya karies gigi dengan mendemineralisasi enamel gigi dan
membentuk struktur biofilm pada palikel gigi. Struktur biofilm dapat menyebabkan
terjadinya Multi-Drug Resistant (MDR). Dengan demikian diperlukan alternatif
terapi untuk mengatasi resistensi terhadap antibiotik. Hasil penelitian
sebelumnya didapatkan 4 isolat bakteri asam laktat (BAL) dari madu lebah tanpa
sengat yang diketahui memiliki kemampuan antibakteri. Akan tetapi kemampuannya
dalam menghambat biofilm oral E. faecalis dan S. mutans dan
profil metabolit yang bertanggung jawab sebagai antibakteri dan
antibiofilm belum diketahui.
Tujuan
Penelitian: Penelitian
ini bertujuan untuk menguji kemampuan BAL dalam menghambat pembentukan biofilm
khususnya bakteri patogen oral S. mutans dan E. faecalis dan mengetahui
profil metabolit yang dihasilkannya.
Metode:
Strain
BAL yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Lacticcaseibacillus rhamnosus
strain TB-3 (PQ386429) dan strain HI-1 (PQ386478); Pediococcus
acidilactici strain HI-5 (PQ386480) dan strain LT-3 (PQ386496) yang di
isolasi dari madu lebah tanpa sengat. Cell-Free Culture Supernatant (CFCS)
dari BAL diuji aktivitas antibakteri dan antibiofilmnya pada bakteri S.
mutans dan E. faecalis menggunakan metode well-diffusion agar dan microtiter
plate-crystal violet. Analisis metabolit supernatant bebas sel dari BAL dilakukan
menggunakan metode Untargeted Liquid Chromatographytandem High-Resolution
Mass Spectrometry (LC-HRMS). Analisis in silico molecular docking dilakukan
pada senyawa teridentifikasi pada protein target antigen I/II, glucan
binding protein, enterococcal surface protein, dan peptide deformylases.
Hasil:
Bakteri
asam laktat (TB-3, LT-3, HI-1 dan HI-5) mampu menghambat kedua pertumbuhan
bakteri patogen. Nilai MIC didapatkan pada konsentrasi 50% (v/v) terhadap S.
mutans dan 60% (v/v) terhadap E. faecalis. TB-3 dan LT-3 memiliki
sifat bakteriosidal, sedangkan HI-1 dan HI-5 bersifat bakteriostatik. TB-3,
LT-3, HI-1 dan HI-5 memiliki kemampuan menghambat biofilm pada konsentrasi yang
sama yaitu 60% (v/v) pada S. mutans dan 50% (v/v) pada E. faecalis.
Analisis in silico menunjukan 4 metabolit citric acid dengan
AgI/II; L-phenylalanine dengan GbpC; L-(+)-arginine dengan Esp;
dan 3_phenyllactic acid dengan PDf, memiliki binding afinitas terbaik
dibandingkan metabolit lainnya.
Kesimpulan:
CFCS
BAL mampu menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri patogen dan mampu
menghambat biofilm S. mutans dan E. faecalis. CFCS BAL mengandung
metabolit aktif yang bertanggung jawab pada penghambatan biofilm. Masih perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut untuk mengetahui persentasi optimasi senyawa BAL dalam menghambat
pembentukan biofilm.
Background: Streptococcus mutans and Enterococcus
faecalis are types of oral pathogenic bacteria that can cause dental caries
by demineralizing tooth enamel and forming biofilm structures on tooth plaques.
Biofilm structures can lead to Multi-Drug Resistance (MDR). Therefore,
alternative therapies are needed to overcome antibiotic resistance. Previous
research obtained four isolates of lactic acid bacteria (LAB) from stingless
bee honey, which are known to have antibacterial properties. However, their
ability to inhibit oral biofilms of E. faecalis and S. mutans and
the metabolite profiles responsible for antibacterial and antibiofilm
activities are unknown.
Objective: This study
aims to test the ability of LAB to inhibit biofilm formation, especially oral
pathogenic bacteria S. mutans and E. faecalis, and to determine
the metabolite profile it produces.
Methods: LAB strains used in
this study were Lacticcaseibacillus rhamnosus strain TB-3 (PQ386429) and
strain HI-1 (PQ386478); Pediococcus acidilactici strain HI-5 (PQ386480)
and strain LT-3 (PQ386496) isolated from stingless bee honey. Cell-Free Culture
Supernatant (CFCS) from LAB was tested for its antibacterial and antibiofilm
activity against S. mutans and E. faecalis using well-diffusion
agar and microtiter plate-crystal violet methods. Metabolite analysis of
cell-free supernatant from LAB was carried out using Untargeted Liquid
Chromatography tandem High-Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS) method. In
silico molecular docking analysis was carried out on identified compounds in
the target proteins antigen I/II, glucan binding protein, enterococcal surface
protein, and peptide deformylases.
Results: Lactic acid
bacteria (TB-3, LT-3, HI-1 and HI-5) were able to inhibit the growth of both
pathogenic bacteria. MIC values were obtained at a concentration of 50% (v/v)
against S. mutans and 60% (v/v) against E. faecalis. TB-3 and
LT-3 have bacteriocidal properties, while HI-1 and HI-5 are bacteriostatic.
TB-3, LT-3, HI-1 and HI-5 have the ability to inhibit biofilms at the same
concentration of 60% (v/v) on S. mutans and 50% (v/v) on E. faecalis.
In silico analysis showed that 4 metabolites citric acid with AgI/II;
L-phenylalanine with GbpC; L-(+)-arginine with Esp; and 3_phenyllactic acid
with PDf, had the best binding affinity compared to other metabolites.
Conclusion: CFCS BAL can inhibit and kill the growth of pathogenic bacteria and inhibit
S. mutans and E. faecalis biofilms. CFCS BAL contains active
metabolites responsible for biofilm inhibition. Further research is needed to
determine the optimal percentage of BAL compounds in inhibiting biofilm
formation.
Kata Kunci : Bakteri asam laktat, Enterococcus faecalis, Streptococcus mutans, Antibakteri, Antibiofilm, SEM, Metabolomic, Docking.