Laporkan Masalah

PERAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PERILAKU PRO-LINGKUNGAN PADA MAHASISWA YANG TERLIBAT DAN TIDAK TERLIBAT DALAM ORGANISASI LINGKUNGAN HIDUP

ARMA ZALFA NADIFAH, Sutarimah Ampuni S.Psi., M.Si., MPsych., Ph.D, Psikolog

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Abstrak

Meski pengetahuan dan kesadaran akan isu lingkungan terus berkembang, terdapat kesenjangan signifikan antara pengetahuan dan kesadaran tersebut dengan praktik perilaku pro-lingkungan di kalangan mahasiswa Indonesia di tengah tantangan lingkungan nasional. Menyadari kebutuhan akan pemahaman lebih dalam tentang faktor pendorong perilaku, penelitian ini membahas peran kecerdasan emosional dalam membentuk perilaku pro-lingkungan mahasiswa, serta peran status keterlibatan dalam organisasi lingkungan hidup sebagai moderatornya. Alat ukur yang digunakan meliputi pertanyaan biner mengenai status keterlibatan dalam organisasi, Skala Perilaku Pro-Lingkungan, dan Skala Kecerdasan Emosional. Sebanyak 276 mahasiswa aktif usia 18–25 tahun menjadi partisipan, terdiri atas kelompok yang terlibat dan tidak terlibat dalam organisasi lingkungan hidup. Analisis dilakukan menggunakan moderated regression analysis (MRA). Hasil menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berperan signifikan terhadap perilaku pro-lingkungan dengan sumbangan efektif sebesar 16,4%. Namun, status keterlibatan dalam organisasi tidak memoderasi hubungan tersebut. Temuan ini menekankan pentingnya faktor internal seperti kecerdasan emosional dalam mendorong keterlibatan mahasiswa dalam aksi nyata yang mendukung kelestarian lingkungan, terlepas dari keikutsertaan formal dalam organisasi berbasis lingkungan.

Abstract

Despite increasing environmental knowledge and awareness, Indonesian university students often show a significant gap between their environmental knowledge as well as awareness and actual pro-environmental practices, amidst pressing national environmental challenges. Recognizing the need for a deeper understanding of behavioral drivers, this study examines the role of emotional intelligence in shaping students' pro-environmental behavior and investigates the moderating effect of their involvement in environmental organizations. Binary questions on organizational involvement, a Pro-Environmental Behavior Scale, and an Emotional Intelligence Scale were used as instruments. A total of 276 active university students (aged 18–25), comprising both involved and uninvolved groups, participated. Moderated regression analysis (MRA) was employed for data analysis. Results indicate that emotional intelligence significantly contributes to pro-environmental behavior, with an effective contribution of 16.4%. However, organizational involvement did not moderate this relationship. These findings highlight the critical role of internal factors like emotional intelligence in driving students' tangible actions towards environmental conservation, regardless of formal participation in environment-based organizations.


Kata Kunci : Kecerdasan emosional, perilaku pro-lingkungan, organisasi lingkungan hidup, mahasiswa/Emotional intelligence, pro-environmental behavior, environmental organizations, university students

  1. S1-2025-462587-abstract.pdf  
  2. S1-2025-462587-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-462587-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-462587-title.pdf