Laporkan Masalah

Mobilisasi Hak Atas Kesehatan Dalam Litigasi Perubahan Iklim: Studi Perbandingan di Yurisdiksi Negara Selatan

Asyraf Fawwaz, I Gusti Agung Made Wardana, S.H., LL.M., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Hukum

Krisis iklim menjadi permasalahan lingkungan yang semakin kompleks. Diperkirakan risiko terhadap kesehatan masyarakat terus meningkat dan memiliki jangkauan yang luas seiring dengan semakin buruknya upaya penyelamatan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan beberapa kasus litigasi perubahan iklim di yurisdiksi negara selatan berbasis hak atas kesehatan lalu menganalisis perbandingan yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang menggunakan pendekatan perbandingan dan analisis hukum dengan meneliti data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Eksplorasi beberapa kasus di Global South (Ekuador, Meksiko, Kolombia, Pakistan, India, dan Afrika Selatan), menemukan bahwa mobilisasi hak atas kesehatan dalam litigasi iklim telah dikembangkan oleh aktor masyarakat sipil dan LSM yang berperan sentral melalui gugatan konstitusional dan pengajuan klaim hak dasar, dengan menyoroti keterkaitan antara krisis iklim dan kerentanan kesehatan masyarakat. Penggugat mendorong kemajuan melalui penafsiran klaim hak atas kesehatan yang tidak dibangun secara tunggal, melainkan melalui artikulasi bersama hak-hak lainnya. Pengadilan telah berkontribusi dalam menerima argumen berbasis hak atas kesehatan serta merancang dan menyediakan layanan, termasuk meminta pertanggung jawaban terhadap negara dan langkah-langkah spesifik yang bertujuan untuk menghentikan atau mencegah proyek yang berpotensi membahayakan kesehatan. Di Indonesia sendiri, meskipun kerangka hukum telah memberikan landasan hukum pengakuan hak atas kesehatan, tantangan utama terletak pada keterbatasan akses transnasional, lemahnya penegakan hukum, dan belum terintegrasinya pendekatan berbasis hak atas kesehatan dalam tata kelola iklim nasional. Meski demikian adanya preseden kasus lingkungan hidup yang relevan, bisa menjadi pintu masuk untuk mengembangkan klaim berbasis hak atas kesehatan

The climate crisis is becoming an increasingly complex environmental problem. It is estimated that risks to public health will continue to increase and have a wide reach as climate rescue efforts worsen. This study aims to identify developments in several climate change litigation cases in Global South based on the right to health and analyze the comparisons that occur in Indonesia. This is a normative legal study using a comparative and legal analysis approach by examining secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials obtained through literature review. An exploration of several cases in the Global South (Ecuador, Mexico, Colombia, Pakistan, India, and South Africa) found that the mobilization of the right to health in climate litigation has been developed by civil society actors and NGOs playing a central role through constitutional challenges and the filing of basic rights claims, highlighting the link between the climate crisis and public health vulnerabilities. Plaintiffs have driven progress through interpretations of health rights claims that are not constructed in isolation but through the joint articulation of other rights. Courts have contributed to accepting health rights-based arguments and designing and providing health services, including holding states accountable and taking specific steps to halt or prevent projects that could cause health harm. In Indonesia itself, although the legal framework has provided a legal basis for recognizing the right to health, the main challenges lie in limited transnational access, weak law enforcement, and the lack of integration of a rights-based approach to health in national climate governance. Nevertheless, the existence of relevant environmental case precedents could serve as an entry point for developing rights-based health claims.

Kata Kunci : Kata Kunci : Litigasi, Perubahan Iklim, Kesehatan, Negara Selatan.

  1. S2-2025-526299-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526299-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526299-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526299-title.pdf