Dinamika Resiliensi Dalam Perspektif Kepemimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat Gita Pertiwi Surakarta (Studi Kasus: Pandemi COVID-19)
MUH ARIF INDRA JAYA, Prof. Ir. F. Trisakti Haryadi, M. Si., Ph.D., IPM. ; Prof. Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M. Si.
2025 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji dinamika resiliensi organisasi dalam perspektif kepemimpinan pada
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gita Pertiwi Surakarta selama menghadapi
krisis pandemi COVID-19. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana
gaya kepemimpinan situasional—Telling, Selling, Participating, dan
Delegating—diterapkan oleh pimpinan organisasi dalam merespons tantangan
yang muncul selama pandemi. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi
pembentukan kapabilitas resiliensi organisasi, yang mencakup aspek kognitif,
perilaku, dan kontekstual, serta proses resiliensi yang berlangsung melalui
tiga tahapan utama: antisipasi, penanganan (coping), dan adaptasi.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode
studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi,
dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data
diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu.
Secara teoritis, penelitian ini
mengintegrasikan tiga kerangka konsep utama. Pertama, teori kepemimpinan
situasional dari Hersey dan Blanchard (1982) yang menjelaskan pentingnya
pemimpin dalam menyesuaikan gaya kepemimpinan—mengarahkan, menjual, berpartisipasi,
dan mendelegasikan—dengan kesiapan anggota. Kedua, model tahapan resiliensi
organisasi dari Duchek (2020) yang meliputi antisipasi, coping, dan
adaptasi. Ketiga, model kapabilitas resiliensi organisasi dari Lengnick-Hall et
al. (2011) yang mencakup kapabilitas kognitif, perilaku, dan kontekstual.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa gaya kepemimpinan yang fleksibel dan adaptif menjadi fondasi penting
dalam merespons dinamika krisis yang dihadapi LSM Gita Pertiwi selama pandemi
COVID-19. Kepemimpinan situasional diterapkan secara kontekstual dengan menyesuaikan
gaya kepemimpinan terhadap kondisi tim dan tantangan eksternal. Di sisi lain,
resiliensi organisasi terbentuk melalui kombinasi struktur kerja yang
kolaboratif, inovasi program yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,
budaya organisasi yang kuat, serta keterlibatan aktif baik dari tim internal
maupun mitra eksternal. Kolaborasi yang erat dan komitmen terhadap nilai-nilai
keberlanjutan sosial terbukti memperkuat ketahanan kelembagaan dalam menghadapi
krisis. Temuan ini memberikan kontribusi strategis bagi penguatan kapasitas
organisasi masyarakat sipil melalui pendekatan kepemimpinan yang kontekstual,
partisipatif, dan berkelanjutan.
This study aims to examine the
dynamics of organizational resilience in the perspective of leadership at the
Gita Pertiwi Surakarta Non-Governmental Organization (NGO) during the COVID-19
pandemic crisis. The main focus of this study is to analyze how situational
leadership styles—Telling, Selling, Participating, and Delegating—are applied
by organizational leaders in responding to challenges that arise during the
pandemic. In addition, this study also explores the formation of organizational
resilience capabilities, which include cognitive, behavioral, and contextual
aspects, as well as the resilience process that takes place through three main
stages: anticipation, handling (coping), and adaptation. The research approach
used is descriptive qualitative with a case study method. Data collection
techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. Data
was analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of data
reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was
strengthened through triangulation of sources, techniques, and time.
Theoretically, this study
integrates three main conceptual frameworks. First, the situational leadership
theory of Hersey and Blanchard (1982) which explains the importance of leaders
in adjusting leadership styles—directing, selling, participating, and delegating—to
member readiness. Second, the organizational resilience stage model of Duchek
(2020) which includes anticipation, coping, and adaptation. Third, the
organizational resilience capability model of Lengnick-Hall et al. (2011) which
includes cognitive, behavioral, and contextual capabilities.
The results of the study indicate
that a flexible and adaptive leadership style is an important foundation in
responding to the dynamics of the crisis faced by the Gita Pertiwi NGO during
the COVID-19 pandemic. Situational leadership is applied contextually by
adjusting the leadership style to team conditions and external challenges. On
the other hand, organizational resilience is formed through a combination of
collaborative work structures, program innovations that are responsive to
community needs, strong organizational culture, and active involvement from
both internal teams and external partners. Close collaboration and commitment
to social sustainability values have been shown to strengthen institutional
resilience in the face of crises. These findings provide a strategic
contribution to strengthening the capacity of civil society organizations
through a contextual, participatory, and sustainable leadership approach.
Kata Kunci : Gita Pertiwi, Kepemimpinan Situasional, Pandemi COVID-19, Resiliensi Organisasi.