Laporkan Masalah

Collaborative Governance dalam Pemanfaatan Tanah Desa (Studi Komparasi di Desa Pondokrejo dan Desa Merdikorejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman)

Juliani, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M. P. P.

2025 | Tesis | S2 Administrasi Publik

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kolaborasi serta mengidentifikasi stakeholder dalam program optimalisasi pemanfaatan tanah desa di Desa Pondokrejo dan Desa Merdikorejo. Analisis data menggunakan 3 (tiga) komponen utama dinamika kolaborasi dari Emerson at al. (2011) yaitu keterlibatan berprinsip (principled engagement), motivasi bersama (shared motivation) dan kapasitas untuk tindakan bersama (capacity for joint action). Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif melalui studi komparasi. Data utama dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang terlibat dalam kolaborasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Desa Pondokrejo dan Desa Merdikorejo secara umum telah menerapkan collaborative governance dalam program optimalisasi pemanfaatan tanah desa yang sedang dilaksanakan. Dari hasil analisis komparasi dinamika kolaborasi, Desa Pondokrejo dinilai lebih berhasil dalam kolaborasi dibandingkan dengan Desa Merdikorejo. Hal ini ditunjukkan dari pemenuhan indikator dinamika kolaborasi Desa Pondokrejo lebih unggul dibandingkan dengan Desa Merdikorejo. Keberhasilan di Desa Pondokrejo tidak terlepas dari kepemimpinan lurah, partisipasi masyarakat serta sumber daya berupa tanah desa yang cukup luas. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi di Desa Merdikorejo. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlunya dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program oleh pemerintah provinsi selaku stakeholder kunci agar dana bantuan tepat guna.


This study aims to analyze the dynamics of collaboration and identify stakeholders in the village land optimization program in Pondokrejo Village and Merdikorejo Village. Data analysis employs three main components of collaborative dynamics from Emerson et al. (2011), namely principled engagement, shared motivation, and capacity for joint action. The research method used is a qualitative approach through a comparative study. Primary data were collected through in-depth interviews with informants involved in the collaboration and through documentation.
The findings indicate that both Pondokrejo Village and Merdikorejo Village have generally implemented collaborative governance in the ongoing village land optimization program. Based on the comparative analysis of collaborative dynamics, Pondokrejo Village is considered more successful in collaboration than Merdikorejo Village. This is evident from Pondokrejo’s stronger performance in fulfilling the indicators of collaborative dynamics compared to Merdikorejo Village. The success in Pondokrejo Village cannot be separated from the leadership of the village head, community participation, and the relatively large land resources available. In contrast, the conditions in Merdikorejo Village show the opposite situation. This study highlights the need for the provincial government, as a key stakeholder, to evaluate program implementation to ensure the effective use of grant funds.


Kata Kunci : Collaborative Governance, Dinamika Kolaborasi, Tanah Desa

  1. S2-2025-524676-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524676-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524676-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524676-title.pdf