Seroprevalensi Infeksi Hantavirus Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik di RSUD Dr. Sardjito Yogyakarta
Fredy Aliputranto, dr. Praseno
1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERANHantavirus merupakan genus baru dari famili Bunyaviridae. Virus ini merupakan penyebab Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Gejala spesifik dari penyakit ini adalah demam, perdarahan, dan kelainan fungsi ginjal. Namun demikian manifestasi klinik dari infeksi hantavirus ini sangat bervariasi. Pada kasus ringan dan sedang, diagnosis tidak cukup ditegakkan berdasarkan gejala klinik saja. Di Indonesia karakteristik infeksi hantavirus belum diketahui. Hal ini sebagian disebabkan oleh ketidakwaspadaan klinisi terhadap adanya virus dan kurangnya perlengkapan laboratorium untuk mendeteksi adanya infeksi hantavirus. Salah satu penyakit yang memiliki gejala klinik yang sarna dengan HFRS adalah gagal ginjal kronik. Melalui pene1itian ini diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai infeksi hantavirus di antara penderita gagal ginja1 kronik di RSUP Dr.Sardjito. Penelitian ini melibatkan 100 orang penderita gagal ginja1 kronik yang memeriksakan darah di Laboratorium Patologi Klinik RSUP Dr.Sardjito dari bulan Desember 1998 sampai Februari 1999. Dari sampe1 darah yang diambil dilakukan pemeriksaan untuk menemukan adanya antibodi IgM dan IgG. spesifik anti hantavirus dengan teknik indirect immunofluorescence. Data yang diperoleh kemudian digunakan untuk menetapkan seroprevalensi infeksi hantavirus pada penderita gagal ginjal kronik di RSUP Dr.Sardjito. Pada penelitian ini didapatkan seroprevalensi infeksi hantavirus pada penderita gaga1 ginjal kronik sebesar 35% untuk 19G spesifik anti hantavirus dan dari 35 individu dengan 19G positif 28,6% memiliki 19M spesifik anti hantavirus. 1nfeksi hantavirus pada penelitian ini kemungkinan terjadi pada 9 kasus gagal ginjal kronik dengan seropositif 19G dan 19M spesifik anti hantavirus yaitu kasus dengan penyebab yang masih berupa dugaan (7 kasus) dan yang masih belum diketahui (2 kasus). Berdasarkan hasil penelitian ini maka para klinisi harus mewaspadai adanya infeksi hantavirus pada penderita dengan gejala gagal ginjal kronik, terutama pada kasus yang penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan bentuk manifestasi klinik dari infeksi hantavirus yang ada di Yogyakarta
Kata Kunci : Penderita, Gagal Ginjal Kronik, Hantavirus, RSUD Dr. Sardjito