Aplikasi citra Quickbird dan saluran termal citra aster untuk pemodelan luas dan lokasi potensial hutan kota di kota Yogyakarta
Alisa Handayani, Dr. Hartono, DEA., DESS
2009 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini bertujuan untuk: (1) menaksir tambahan kebutuhan luas hutan kota yang diperlukan di Kota Yogyakarta, (2) mengkaji kemampuan Citra QuickBird dan saluran termal Citra ASTER dalam pemodelan luas dan lokasi potensi hutan kota di Kota Yogyakarta, dan (3) menentukan lokasi potensial untuk hutan kota beserta luasnya di Kota Yogyakarta. Kajian pertama yang dilakukan adalah estimasi tambahan kebutuhan luas hutan kota dengan metode yang sesuai, yaitu melalui pendekatan persentase luas kota atau penyediaan kebutuhan O2. Pemodelan spasial dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang, kuantitatif berjenjang, dan join spasial. Sumber data utama adalah Citra QuickBird yang digunakan untuk mengidentifikasi jaringan jalan; penggunaan lahan; RTH aktual; dan ketersediaan lahan potensial, serta saluran termal Citra ASTER yang digunakan untuk ekstraksi suhu permukaan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan luas lahan potensial hasil pemodelan spasial dengan luas hutan kota hasil estimasi berdasarkan metode pendekatan yang sesuai. Hasil estimasi tambahan kebutuhan luas hutan kota di Kota Yogyakarta adalah sebesar 71,137 ha melalui pendekatan persentase luas kota. Luas lahan hasil pemodelan luas dan lokasi potensi hutan kota adalah sebesar 45,745 ha yang berada di semua wilayah kecamatan Kota Yogyakarta dengan persentase luas yang berbeda-beda, yaitu Kecamatan Umbulharjo (32,29%), Kecamatan Gondokusuman (25,43%), Kecamatan Gondomanan (7,96%), Kecamatan Jetis (7,70%), Kecamatan Tegalrejo (6,01%), Kecamatan Mergangsan (3,88%), Kecamatan Mantrijeron (3,82%), Kecamatan Ngampilan (3,77%), Kecamatan Danurejan (3,50%), Kecamatan Kotagede (3,32%%), Kecamatan Wirobrajan (1,07%), Kecamatan Kraton (0,61%), Kecamatan Pakualaman (0,49%), dan Kecamatan Gedongtengen (0,15%). Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat perbedaan luas sebesar 25.392 ha antara luas lahan hasil estimasi dengan luas lahan hasil pemodelan. Terlepas dari perbedaan tersebut, penggunaan Citra QuickBird dan saluran termal Citra ASTER memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengekstraksi parameter yang dibutuhkan.
-
Kata Kunci : hutan kota, pemodelan spasial, QuickBird, ASTER,Kota Yogyakarta,DIY