PENYUSUNAN MODEL PENANGGULANGAN STUNTING DI KOTA SEMARANG
Najib, Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si. ; Dr. Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si. ; Nawawi, Ph.D.
2025 | Disertasi | S3 Kependudukan
INTISARI
Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang
kompleks dan multidimensional, yang berdampak signifikan terhadap kualitas
sumber daya manusia. Di Kota Semarang, prevalensi stunting yang masih tinggi
menjadi tantangan serius dalam upaya pencapaian target pembangunan
berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun model intervensi
penanggulangan stunting yang holistik dan terintegrasi berbasis enam faktor
utama, yaitu faktor pembentuk, predisposisi, penguat, pemungkin, penunjang, dan
pengait. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method, dimana pendekatan kuantitatif
dengan desain survei dan analisis univariat, bivariat serta multivariat
terhadap data primer dan sekunder dari keluarga berisiko stunting. Kemudian
didukung dengan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam sesuai
fenomena penelitian. Populasi penelitian mencakup keluarga
berisiko stunting yang memiliki baduta dan atau balita di
Kota Semarang, sementara sampel ditentukan secara purposif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa masing-masing faktor memiliki kontribusi signifikan terhadap
kasus stunting. Faktor predisposisi seperti pendidikan, penghasilan, dan
pengetahuan orang tua berpengaruh besar terhadap kejadian stunting. Faktor pemungkin seperti akses tenaga
kesehatan dan fasilitas sanitasi menjadi penentu keberhasilan intervensi. Dari
analisis yang dilakukan, disusun sebuah model intervensi yang menekankan
pentingnya integrasi antar faktor dan partisipasi lintas sektor. Model ini
diharapkan mampu menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan di tingkat daerah
dan mendukung efektivitas program penurunan stunting secara berkelanjutan. Penelitian ini memperkaya teori determinan kesehatan H.L Blum, teori
perilaku kesehatan Green, dan teori pemberdayaan masyarakat Jim Ife melalui
pendekatan empiris yang kontekstual. Kesimpulannya, penyusunan model
penanggulangan stunting berbasis multi-faktor menjadi strategi yang relevan dan
diperlukan untuk menanggulangi permasalahan stunting secara lebih sistematis
dan berdampak jangka panjang di Kota Semarang.
ABSTRACT
Stunting is a
complex and multifaceted public health issue that significantly affects the
quality of human resources. In Semarang City, the high prevalence of stunting
poses a serious challenge to achieving sustainable development targets. The
objective of this study is to develop a holistic and integrated stunting
mitigation intervention model based on six main factors: forming, predisposing,
reinforcing, enabling, supporting, and linking factors. This study employed a
mixed-methods approach, utilizing a quantitative design with a survey and
analyzing primary and secondary data from families at risk of stunting using
univariate, bivariate, and multivariate analyses. This was then supported by a
qualitative approach, utilizing in-depth interviews that were grounded in the
research phenomenon. The study population consisted of families at risk of
stunting with toddlers and/or infants in Semarang City, and the sample was
selected purposively. The results showed that each factor made a significant
contribution to stunting cases. Predisposing factors such as education, income,
and parental knowledge significantly influenced the incidence of stunting.
Enabling factors, such as access to healthcare workers and sanitation
facilities, were crucial for the success of the intervention. Based on the
analysis, an intervention model was developed that emphasized the importance of
integration between factors and cross-sectoral participation. This model is
expected to serve as a reference for policymakers at the regional level and
support the effectiveness of sustainable programs aimed at reducing stunting.
This research enriches H.L. Blum's theory of health determinants, Green's
theory of health behavior, and Jim Ife's theory of community empowerment
through a contextual, empirical approach. In conclusion, the development of a
multi-factor-based stunting reduction model is a relevant and necessary
strategy for addressing stunting more systematically and with long-term impact
in Semarang City.
Kata Kunci : Stunting, Balita, Model Intervensi