Laporkan Masalah

Analisis keterkaitan desa-kota : Kasus pergerakan penduduk perdesaan di kabupaten Sleman ke kota Yogyakarta

Asninda Krisnamutri Sarabiti, Dr. Lutfi Muta'ali, M.T.

2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Adanya perbedaan fungsi dan perbedaan sumberdaya antar wilayah perdesaan dan perkotaan, menimbulkan pergerakan penduduk sebagai wujud keterkaitan. Tingginya keterkaitan desa-kota selain dapat mempercepat perkembangan wilayah juga dapat menimbulkan efek negatif bagi kedua wilayah. Berdasarkan pentingnya keterkaitan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui tingkat keterkaitan yang terjadi antara desa-desa di Kabupaten Sleman dengan kota Yogyakarta, mengetahui apakah terdapat perbedaan intensitas pergerakan berdasarkan aspek jenis kegiatan, mengetahui apakah terdapat perbedaan intensitas pergerakan berdasarkan aspek lokasi, dan mengetahui faktor-faktor individu dan karakter regional yang mempengaruhi keterkaitan desa-kota. Dengan teknik pemilihan purposive sampling daerah penelitian yang dipilih adalah desa Sidorejo, Kecamatan Godean; desa Candibinangun dan desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, dengan ciri khusus memiliki tingkat pegerakan penduduk cukup tinggi. Data penelitian dikumpulkan dengan metode survei, menggunakan 90 kuesioner yang dibagikan secara acak pada unit Rumah Tangga. Analisa fenomena pergerakan yang terjadi di daerah penelitian menggunakan uji statistik berupa tabel frekuensi dan pengelasan, k-related sample, k-independent sample, dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan, keterkaitan desa di Kabupaten Sleman terhadap kota Yogyakarta relatif tinggi, antara lain untuk jenis tujuan membeli kebutuhan rumah tangga, mengenyam pendidikan formal, dan kegiatan sosial-kemasyarakatan. Terdapat perbedaan intensitas pergerakan desa-kota berdasarkan jenis tujuannya. Perbedaan lokasi tidak menyebabkan perbedaan intensitas pergerakan. Karakter individu pelaku mobilitas yang cukup berpengaruh terhadap pergerakan adalah kepemilikan alat transportasi. Karakter kepemilikan alat transportasi memiliki korelasi positif terhadap intensitas pergerakan yang terjadi. Semakin banyak jumlah alat transportasi yang dimiliki, intensitas pergerakan juga semakin tinggi. Sedangkan karakter regional berupa jarak relatif tidak menunjukkan pengaruh terhadap intensitas pegerakan.

-

Kata Kunci : keterkaitan desa-kota, pergerakan, intensitas,Sleman,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-2007-161274-Abstract.pdf  
  2. S1-2007-161274-Bibliography.pdf  
  3. S1-2007-161274-TableofContent.pdf  
  4. S1-2007-161274-Title.pdf