Kajian indeks kekritisan air secara meteorologis dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhinya di DAS Serang hulu kabupaten Kulonprogo
Anugerah Duta Wicaksana, Dr. H.A. Sudibyakto, M.S.; Emilya Nurjani, S.Si.; M.Si.
2007 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui besar ketersediaan air pada probabilitas hujan 60% dan 80% berdasarkan neraca air meteorologis, 2) mengetahui total kebutuhan air tiap stasiun hujan di DAS Serang Hulu, 3) mengetahui klasifikasi kekritisan air DAS Serang Hulu dan 4) menentukan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kekritisan air di DAS Serang Hulu. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer meliputi perhitungan kebutuhan air domestik, industri, dan pertanian. Data sekunder meliputi data curah hujan, suhu udara, evapotranspirasi potensial, tekstur tanah dan penggunaan lahan. Sampel responden yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu Kepala Keluarga dan Pemilik industri kecil. Penentuan sampel responden Kepala Keluarga dan Pemilik industri kecil secara stratified random sampling berdasarkan wilayah mereka tinggal yaitu wilayah perkotaan dan pedesaan. Penentuan sampel pemilik industri kecil berdasarkan jenis industri yang diolah yang membutuhkan air di dalam proses produksinya. Ketersediaan air dihitung berdasarkan neraca air meteorologis Thornthwaite-Mather pada probabilitas hujan 60% dan 80%. Curah hujan probabilitas 60% dan 80% dihitung menggunakan analisis frekuensi. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, total kebutuhan air terbesar terdapat di Stasiun Nanggulan yaitu sebesar 10.170.689 m³/thn. Rata-rata ketersediaan air pada probabilitas hujan 60% sebesar 37.469.373 m²³/thn sedangkan rata-rata ketersediaan air pada probabilitas hujan 80% adalah sebesar 23.859.010 m³/thn. Di DAS Serang Hulu daerah yang mendekati kritis air pada probabilitas hujan 60% adalah Stasiun Nanggulan dan pada probabilitas hujan 80% Stasiun Nanggulan sangat kritis air. Hal ini disebabkan curah hujan rata-rata tahunannya kecil sehingga nilai surplus yang terjadi juga kecil. Selain itu kebutuhan air pertanian setiap tahun sangat besar sehingga terjadi kekritisan air. Wilayah stasiun lain belum mengalami kritis air karena surplus air rata-rata besar sehingga mampu memenuhi kebutuhan penduduk. Perhitungan faktor-faktor yang mempengaruhi dilakukan menggunakan program SPSS metode koefisien korelasi Product Moment dan diperoleh hasil bahwa terdapat faktor yang sangat erat mempengaruhi kekritisan air di DAS Serang Hulu yaitu curah hujan, sedangkan faktor biofisik lingkungan yang paling mempengaruhi kekritisan air di DAS Serang Hulu adalah geologi (jenis batuan) dan penggunaan lahan.
-
Kata Kunci : Indeks kekritisan air, Das Serang,Kulonprogo,DIY