ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DI SUB DAS SILENGKONG DAN SUB DAS WATUJALI DI RPH SOMAGEDE, BKPH KARANGANYAR, KPH KEDU SELATAN DITINJAU DARI ASPEK KONSERVASI
GURUH DWIPUTRA , Ir. Supriyandono, M.Sc. ; Ir. Hj. Astuti Soedjoko
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANIndonesia adalah negara yang mempunyai luas daratan yang sangat luas yaitu 144 juta hektar, dan mempunyai kemiringan lereng yang beragam. Laban yang ada di Indonesia sebagian ada yang memplmyai kemiringan lereng curam. Lal1an ini perlu perlakuan khusus apabila akan ditanami, baik untuk tanaman kehutanan maupun tanaman pertanian. Jenis tanaman yang dipilih pada lahan tersebut harus benar-benar sesuai dan harus mempunyai kemampuan untuk menal1an erosi. Perlakuan khusus pun harus dilakukan pada lal1an yang mempunyai kemiringan lereng curam tersebut, di antaranya dengan pembuatan terns yang bertujuan agar lapisan tanah yang ada tidak hilang akibat adanya erosi yang terjadi. Untuk lahan yang mempunyai kemiringan lereng 8%-30% dengan terns bangku, sedangkan untuk lahan yang mempunyai kemiringan lereng 25%-45% dengan terns pematang/teras guludan. Penelitian ini mengkaji kualitas lal1an di Sub DAS Silengkong dan Sub DAS Watujali, untuk disesuaikan dengan tanaman dalam penelitian yang dapat hID1buh di lokasi penelitian saya tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan antara kualitas Iahan di lokasi penelitian dengan buku kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman kehutanan dan tanaman pertanian, pada jenis tanaman dalam penelitian saya ini. Hasil penelitian merrunjukkan bahwa: pinus, jati, mahoni, rasamala, kopi ????????--????---- semua masuk kelas marginal (S3), tidak sesuai sementara (N1) atau tidak sesuai pennanen (N2). Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan buku kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman kehutanan dan tanaman pertanian yang dipadukan dengan kualitas lahan lokasi penelitian menyatakan tidak ada lal1an yang masuk dalam kelas sangat sesuai (S1) atau cukup sesuai (S2). Hasilnya semua jenis tanaman penelitian tersebut masuk dalam kelas tidak sesuai permanen (N2) pada semua lahan, untuk pinus, jati, rasamala, dan kesambi. Mahoni untuk lahan dengan kemiringan lereng 30%-45% dan kopi robusta untuk lal1an dengan kemiringan lereng 25%-45%, masuk dalam kelas tidak sesuai sementara (N1). Mal1oni untuk lahan dengan kemiringan Iereng 8%-30% dan kopi robusta untuk lahan dengan kemiringan lereng 8%-25%, masuk dalam kelas sesuai marginal (S3).
Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, DAS Silengkong, DAS Watujali