Pengaruh level krom dalam pakan terhadap kandungan krom pada organ dan jaringan tubuh kelinci lokal
RAHMAWATI, Titim, Dr.Ir. Suharjono Triatmojo, MS
2004 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level krom dalam pakan terhadap akumulasi kandungan krom pada organ dan jaringan tubuh kelinci lokal. Materi yang digunakan meliputi 54 ekor ternak kelinci lokal lepas sapih berumur dua bulan yang dibagi menjadi 18 kelompok perlakuan yaitu enam kelompok perlakuan level krom :0 mg/kg (A0), 200 mg/kg (A1), 400 mg/kg (A2), 600 mg/kg (A3), 800 mg/kg (A4) dan 1000 mg/kg pakan (A5) serta tiga kelompok perlakuan umur potong: 3 bulan (B1), 4 bulan (B2) dan 5 bulan (B3). Replikasi masing-masing perlakuan tiga kali. Pemberian pakan dilakukan sehari dua kali yaitu pada pagi hari pukul 07.30 dan pada sore hari 16.00. Pengujian krom dilakukan pada daging, lemak, tulang, hati, ginjal, jantung, dan feses. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan beda antar rerata diuji dengan Duncan’s new multiple range test (DMRT). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada perlakuan level krom terhadap pertumbuhan, kandungan krom di hati, ginjal, jantung, dan feses, namun kandungan krom di daging, lemak dan tulang tidak berbeda nyata. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada perlakuan umur potong terhadap pertumbuhan, kandungan krom di hati, ginjal dan feses; namun kandungan krom dalam jantung, daging, lemak dan tulang tidak berbeda nyata. Kesimpulan yang bisa ditarik adalah pemberian krom ke dalam pakan yang berlebihan dapat terakumulasi di dalam organ dan jaringan ternak kelinci dan dipengaruhi oleh lama pemeliharaan. Organ yang pertama kali dan tertinggi kadar kromnya adalah di hati>ginjal>jantung.
The study was conducted to investigate the effect of chrome levels in feed on chrome accumulation in organ and tissue of rabbit. Two months-old male rabbits were distributed to 18 treatments with three replicates. There were : 0 mg/kg (A0), 200 mg/kg (A1), 400 mg/kg (A2), 600 mg/kg (A3), 800 mg/kg (A4) dan 1000 mg kromosal/kg feed (A5) . The rabbits were slaughtered at three different ages; 3 months (B1) , 4 months (B2) and 5 months (B5). Feed was given twice a day (07.30 p.m and 16.00 p.m).Data of chrome from hepar, kidney, heart, meat, fat, bone and faeces. The data were analysed using analysis of variance, the significant differences were then tested by Duncan’s multiple range test (DMRT). The result showed that growth, chrome at hepar, kidney, heart and faeces were obviously different to levels chrome. Chrome at meat, fat and bone were not significally different to levels chrome. On the other hand, growth, chrome at hepar, kidney and faeces were obviously different to slaughter time, but chrome at heart, meat, fat and bone were obviously indifferent to slaughter time. It was concluded that chrome in feed and slaughter time gave effect on chrome in organ. Chrome at hepar>kidney>heart.
Kata Kunci : Pakan Ternak,Kandungan Krom, Organ dan Jaringan Tubuh, Chrome, Organ, Tissue, Rabbit.