Laporkan Masalah

Evaluasi Pengobatan Kombinasi Kortikosteroid dan Diuretika Pada Penderita Sindroma Nefrotik di UPA RSUP Dr Sardjito Yogyakarta

Ferdinand Saragih, dr. M. P. Damanik, SpAK

1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Sindroma nefrotik dikenal dengan adanya berbagai gejala yaitu proteinuria yang berat (50 mg/kgbb/24 jam atau 40 mg/m2/jam atau 1 gr/m²/24 jam). hipoalbuminemia (? 2.5 gr/dl), hiperkolesterolemia (?250 mg/dl) dan edema Pengobatan penderita sindroma nefrotik dengan kortikosteroid tidak semua memberi respon yang baik, padahal kortikosteroid masih merupakan obat pilihan utama pada sindroma nefrotik. Penggunaan diuretika untuk mengatasi edema, ada yang memberikan ada respon dan ada yang tidak, Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat respon penderita sindroma nefrotik terhadap pengobatan kortikosteroid dan diuretika. Subyek-subyek yang diteliti adalah semua penderita sindroma nefrotik primer yang diberi kortikosteroid dan diuretika di UPA RSUP. Dr. Sardjito antara 1 Januari 1993 - 31 Desember 1997. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif non- eksperimental. Data-data yang diperoleh kemudian ditabulasi, dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel, Uji beda dilakukan dengan memakai Chi-square dengan p < 0,05. Selama peri ode 1 Januari 1993 - 31 Desember 1997 telah diteliti 31 penderita sindroma nefrotik primer. Dari 31 penderita tersebut diperoleh 20 (64,51%) laki-laki dan 11 (35,49%) perempuan (rasio 1,8:1). 5 (16,13%) penderita berumur ? 5 tahun dan 26 (83,87%) penderita berumur < 5 tahun, Dari 5 penderita yang berumur ? 5 tahun didapat 3 (60010) laki-laki dan 2 (400/0) perempuan, dan dari 26 penderita yang berumur > 5 tahun didapat 17 (65,38%) laki-laki dan 9 (34,62%) perempuan, Dari 29 penderita yang dapat dinilai responnya terhadap kortikosteroid diperoleh 23 (79,17%) responder dan 6 (20,69010) nonresponder, dengan perincian pada penderita umur ? 5 tahun didapat 4 (80010) responder dan 1 (20010) nonresponder, dan pada penderita umur > 5 tahun didapat 19 (79,17%) responder dan 5 (20,83%) nonresponder. Dari 31 penderita yang dinilai responnya terhadap diuretika diperoleh 24 (77,42%) responder dan 7 (22,58%) nonresponder, dengan perincian pada penderita umur ? 5 tahun didapat 4 (80%) responder dan 1 (20%) nonresponder, dan pada penderita umur > 5 tahun didapat 20 (79,92%) responder dan 6 (23,08%) nonresponder. Pada penilaian secara statistik (p > 0,05), tidak ada pengaruh perbedaan bermakna umur penderita (? 5 tahun dan > 5 tahun) terhadap respon kortikosteroid dan tidak ada pengaruh perbedaan bermakna umur penderita (? 5 tahun dan > 5 tahun) terhadap respon diuretika Saran : perlu ditingkatkan kelengkapan dan kejelasan isian catatan medik, ketelitian hasil pemeriksaan laboratorium. Bagi praktisi medis penting menyarankan pasien dan orangtuanya agar taat dalam proses pengobatan dan kontrol.

Kata Kunci : penderita, Sindroma Nefrotik , Kortikosteroid, diuretika

  1. S1-FKU_1999-FerdinandSaragih-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1999-FerdinandSaragih-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_1999-FerdinandSaragih-TableofContent.pdf  
  4. S1-FKU_1999-FerdinandSaragih-Title.pdf